4 Korban Tsunami Dirawat di Padang

Kompas.com - 03/11/2010, 02:13 WIB
Editoryuli

PADANG, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Jamil Padang, Sumatera Barat, merawat empat korban tsunami Kabupaten Kepuluan Mentawai.

Mereka adalah Nelli (19), Pardamaian (26), Melda Yanti (12), dan Darlius (31), kata Staf Humas RSUP M.Jamil Padang, Mardiswan, Selasa (2/11/2010).

Ke-empat korban bencana tsunami yang melanda sejumlah pulau di Kabupaten Mentawai pada 25 Oktober lalu itu tercatat sebagai warga Desa Malakopak dan Muntee Barubaru, katanya. "Yang terakhir masuk adalah Darlius, warga Muntee Barubaru," kata Mardiswan.

Ia mengatakan, Nelli (19) dirawat di RSUP M.Jamil Padang setelah melahirkan sedangkan Melda Yanti mendapat perawatan akibat luka di bagian pinggang sebelah kiri yang dideritanya.

"Pardamaian mengalami trauma tumpul (perlukaan pada abdomen tanpa penetrasi ke dalam rongga peritoneum) akibat pukulan, benturan, ledakan, dan deselerasi (perlambatan)," katanya.

Tim dokter rumah sakit belum mengoperasi warga Dusun Eruk Parabout, Desa Malakopak, ini karena kondisi kesehatannya yang belum memungkinkan, katanya.

Korban terakhir, Darlius, diterbangkan dari Sikakap, Kabupaten Mentawai, dengan helikopter menuju Padang, katanya.

Empat orang dokter menyertai Darlius yang diduga menderita infeksi pada paru-parunya saat daerah Kabupaten Mentawai dilanda tsunami menyusul gempa bumi berkekuatan 7,2 pada Skala Richter 25 Oktober lalu, katanya.

"Korban sudah dua hari dirawat di Sikakap, Mentawai. Selama itu, dia hanya mendapat pertolongan awal dengan diberikan obat antibiotik. Untuk mendapatkan perawatan intensif, Darlius dibawa ke RSUP M.Jamil Padang," katanya.

Infeksi paru-paru yang dialami Darlius sudah "akut" namun pihaknya belum mengetahui penyebab infeksi tersebut, katanya.

Gempa bumi dahsyat dan tsunami yang terjadi 22 hari setelah banjir bandang melanda Kota Wasior, Papua Barat itu menewaskan sedikitnya 428 orang.

Dalam bencana itu, sebanyak 74 orang warga masih belum diketahui nasibnya, 172 orang mengalami luka berat, dan 325 orang luka ringan. Jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak 15.097 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.