Pembunuh Kuman Nomor Satu

Kompas.com - 13/11/2010, 12:20 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Sering sakit perut, batuk, pilek, diare, bahkan pernah terkapar akibat tifoid? Coba cek, jangan-jangan Anda termasuk orang yang malas mencuci tangan dengan sabun.

Suka atau tidak, kuman penyebab penyakit ada di sekitar kita. Tanpa sadar, kuman-kuman itu berpindah dari benda-benda yang kita sentuh ke tangan. Kemudian, kuman-kuman itu masuk ke dalam tubuh ketika tangan yang terkontaminasi itu memegang makanan atau menyentuh mulut.

Penularan mikro organisme di lingkungan melalui tangan dapat terjadi dengan berbagai cara. Percikan dari udara serta kontak tangan dengan orang lain juga menyebabkan terjadinya pertukaran kuman atau virus.

Badan kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa kedua tangan kita merupakan jalur utama masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Itu sebabnya, selain menjalankan gaya hidup sehat, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun akan mengurangi dan mencegah timbulnya penyakit.

"Kebiasaan cuci tangan mampu mengurangi konsentrasi kuman maupun virus pada telapak tangan," kata Profesor Umar Fahmi Ahmadi, staf pengajar pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dalam sebuah kesempatan.

Ia menjelaskan, kuman yang ada di tangan manusia terdiri dari dua jenis, yakni kuman yang memang hidup di situ (transenden), serta kuman yang diperoleh dari lingkungan (transien). Kuman penyakit dapat bertahan di tangan selama beberapa menit setelah kontaminasi terjadi. "Bila tangan dibasuh dengan air dan sabun, maka kuman yang tersisa hanya yang sifatnya tidak menimbulkan penyakit," katanya.

Penelitian menunjukkan mencuci tangan dengan sabun bisa mencegah penyakit yang menyebabkan kematian jutaan anak setiap tahunnya, yakni diare dan infeksi saluran pernapasan akut. Dua penyakit ini dilaporkan membunuh 4 juta anak setiap tahun di negara-negara berkembang.

Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menyebutkan diare masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Angka morbiditas diare di Indonesia mencapai 423 per 1.000 penduduk. Di lain pihak Profil Kesehatan Indonesia 2008 menunjukkan prevalensi tifoid di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 1,6 persen atau sektiar 600 ribu - 1,5 juta kasus setiap tahunnya dan menempati urutan 15 dari penyakit yang menyebabkan kematian di Indonesia.

Pencegahan terhadap penyakit-penyakit yang bermula dari faktor kebersihan tangan ini bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memperbaiki perilaku sehari-hari. Dengan memeliharan kebiasaan mencuci dan membersihkan tangan, kita dapat menghindari tertular kuman penyakit dari luar, sekaligus mencegah penularan dari diri kita kepada orang lain.

Cegah 10 penyakit
Cuci tangan telah terbukti mampu mencegah lebih dari 10 jenis penyakit fecal-oral (lewat tangan ke mulut), seperti kolera, tifus, infeksi saluran pernapasan, flu burung, cacingan, influenza, dan masih banyak lagi. Bila kegiatan mencuci tangan dengan sabun ini dibiasakan, kematian 1 juta anak bisa dicegah. Negara juga bisa menghemat Rp 33 miliar setiap tahun bila cuci tangan masyarakat dibiasakan.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.