Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ditinggal Si Oma, Akankah "Cinta Fitri" Tetap Menarik?

Kompas.com - 25/11/2010, 21:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para penggemar sinetron Cinta Fitri yang tak ada putus-putusnya bisa jadi akan kehilangan hiburan segar setelah kepergian si Oma yang diperankan artis kawakan Ida Kusumah. Ia meninggal dalam perjalanan dari lokasi shooting di Cinere ke rumah sakit, Kamis (25/11/2010).

Tidak bisa dipungkiri, kehadiran artis kawakan seangkatan Connie Sutedja itu mampu membuat para penggemar Cinta Fitri terhibur dan terwakili emosinya dalam menghadapi si jahat Mischa. Betapa tidak, dialah satu-satunya tokoh di keluarga besar Pak Hutama yang berani melawan dan bahkan kerap menghajar Mischa, tokoh yang sepertinya tak ada matinya.

Dalam setiap tayangannya yang berlangsung hampir satu setengah jam setiap malam itu, tokoh Oma memang selalu ditunggu para penggemarnya karena dialah satu-satunya tokoh yang selalu curiga dan membuat Mischa tak berdaya.

Kehadiran Oma Ida Kusumah itu sepertinya mewakili kegeraman para penggemar Cinta Fitri terhadap tokoh Mischa yang oleh produsernya sengaja dibuat tidak bisa tersentuh hukum. Betapa tidak, berkali-kali Mischa bersekutu dengan tokoh lain di dalam keluarga Pak Darmawan, berkali-kali juga kejahatannya nyaris terbongkar, tetapi dia selalu selamat dan bahkan terus merencanakan kejahatan baru, baik terhadap Farel maupun Fitri dan anaknya.

Nah, setelah Si Oma menghadap Sang Khalik, apakah Cinta Fitri masih menarik untuk ditonton? Apakah Mischa akan semakin merajalela melaksanakan segala nafsu jahatnya tanpa ada yang menghalangi?

Semua tergantung produser yang akan mengarahkan cerita yang tak masuk akal tetapi membius pemirsa, mulai dari ibu-ibu di gedongan, pelajar dan mahasiswi, hingga pembantu rumah tangga. Eh maaf, pekerja di dalam rumah tangga. (M Suprihadi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com