Pengusaha dan Masyarakat Harus Aktif

Kompas.com - 27/11/2010, 04:43 WIB
Editor

Bandung, Kompas - Badan Pengawas Obat dan Makanan mengharapkan peran aktif pengusaha kosmetik dan masyarakat dalam mempersiapkan diri menghadapi harmonisasi ASEAN di bidang kosmetik yang akan dimulai 1 Januari 2011.

”Kami sangat mengharapkan bantuan masyarakat dan pengusaha kosmetik untuk membantu mengawasi peredaran kosmetik palsu dan membahayakan,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kustantinah dalam seminar internasional bertema ”Recent Development in Cosmetic” di Institut Teknologi Bandung, Jumat (26/11).

Kustantinah mengatakan, menyambut harmonisasi ASEAN di bidang kosmetik akan butuh peran serta banyak pihak. Alasannya, pemeriksaan akan menitikberatkan pada proses pascaproduksi atau setelah kosmetik dipasarkan.

”Pada tahap awal, pengusaha hanya perlu menyerahkan syarat dan keterangan kepada BPOM terkait kosmetik yang akan diproduksi. Namun, apabila setelah dipasarkan kosmetik itu mengandung bahan berbahaya, harus segera ditarik,” kata Kustantinah.

Meski butuh kerja dan semangat lebih tinggi, Kustantinah yakin harmonisasi itu bisa menyetarakan kualitas kosmetik dari sejumlah negara di ASEAN. Karena kualitasnya sama, kosmetik asal Indonesia bisa masuk ke negara lain dengan leluasa, begitu juga sebaliknya. Kreativitas pengusaha kosmetik akan diuji untuk memberikan kualitas terbaik. Menanggapi banyaknya industri kecil kosmetik yang diperkirakan belum siap, Kustantinah menegaskan, hanya perusahaan besar yang harus memenuhi persyaratan ketat, seperti izin usaha dan pemeriksaan kandungan. Industri kosmetik rumahan hanya perlu izin kebersihan tempat produksi.

Guna kelancaran tugas operasional, dia mengatakan, BPOM akan mendapat tambahan anggaran pada 2011 menjadi Rp 900 miliar. Tahun lalu, anggaran BPOM hanya Rp 627 miliar.

”Meski masih jauh dari kebutuhan ideal sekitar Rp 2 triliun, kami berharap bisa menyukseskan program harmonisasi ASEAN di bidang kosmetik, khususnya biaya untuk melakukan pemantauan contoh kosmetik berbahaya ke banyak daerah,” kata Kustantinah. (CHE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.