Hari AIDS, Kampanye Pakai Kondom

Kompas.com - 02/12/2010, 09:56 WIB
Editor

Banyumas, Kompas - Sekitar 100 orang dari berbagai kelompok masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat berjalan kaki keliling Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, mengampanyekan penggunaan kondom kepada masyarakat. Kampanye tersebut sekaligus memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia yang jatuh pada Rabu (1/12).

Selain kampanye keliling kota, beberapa perwakilan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Kabupaten Banyumas dan Palang Merah Indonesia Banyumas juga meniupkan kondom hingga menjadi balon. Peniupan kondom itu sebagai wujud keprihatinan mereka terhadap rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya seksual aktif, dalam menggunakan kondom untuk mengendalikan penyebaran HIV/AIDS.

Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyumas pun menunjukkan, 66 persen dari 602 penderita HIV/AIDS di Banyumas berasal dari kelompok heteroseksual, yakni sebanyak 398 penderita, disusul kelompok pengguna obat terlarang dengan jarum suntik (114), dan kelompok homoseksual (29).

Menurut Arno Suprapto, aktivis Granat Banyumas, masyarakat hingga saat ini masih memandang remeh penggunaan kondom. Itu pula sebabnya penularan HIV/AIDS di Banyumas masih sulit dikendalikan.

Di era komunikasi yang terbuka saat ini, memang sulit untuk mengendalikan pergaulan bebas.

”Sebagai jalan keluarnya, setiap orang dengan orientasi heteroseksual dan kerap berganti pasangan perlu meningkatkan kesadarannya menggunakan kondom. Jangan hanya karena ego lalu merugikan banyak orang,” jelasnya.

Usia remaja

Apalagi, data KPA Banyumas menunjukkan, kelompok usia remaja hingga kelompok usia produktif mendominasi jumlah penderita HIV/AIDS di Banyumas.

Selain seksual aktif, menurut Sekretaris KPA Banyumas Budi Pramono, penularan HIV/AIDS di Banyumas juga dialami kelompok paramedis, sebanyak 35 orang. Kelompok paramedis itu tertular karena secara tak sengaja terpapar virus HIV/AIDS saat melayani para penderita.

”Bisa jadi mereka tertular karena cairan atau darah dari penderita, sementara mereka tak menggunakan sarung tangan. Ini karena mereka kurang hati-hati melayani para penderita,” jelasnya.

Hari HIV/AIDS juga digelar di Semarang dan Kudus. Di Kudus aksi simpatik dari Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat bersama aktivis Masyarakat Peduli AIDS Kudus. (MDN/*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.