Asupan yang Bantu Atasi Konstipasi

Kompas.com - 09/12/2010, 14:39 WIB
EditorNadia Felicia

KOMPAS.com - Konstipasi atau sembelit bisa membuat perut terasa tidak nyaman. Ada banyak penyebab konstipasi, seperti kurang gerak, menahan buang air besar, stres, dan tentunya pilihan asupan makanan yang kurang tepat. Apa saja makanan yang bisa membantu pembuangan ampas makanan Anda lebih lancar?

* Padi-padian
Mengkonsumsi 6 ons padi-padian setiap harinya bisa membantu melancarkan pengeluaran kotoran dari dalam perut. Padi-padian yang dimaksud antara lain; serealia, roti, dan bahan makanan yang mengandung tepung (jagung, kacang polong, kentang, dan kacang lima). Utamakan asupan yang terbuat dari gandum utuh. Untuk memastikan Anda mendapatkan serat setiap harinya, pastikan sarapan Anda mengandung sereal tinggi serat. Cek label pada sereal Anda, jika mengandung 5-6 gram serat per sajian, sudah terhitung pada serat tinggi.

* Buah dan sayuran
Makanlah 5 porsi sayuran dan buah-buahan. Pilih variasi dari kentang manis, apel, buah beri, aprikot, persik, pir, jeruk, prune, jagung, kacang polong, wortel, tomat, bayam, brokoli, dan kembang kol.

Untuk mencegah konstipasi, makanlah satu buah apel satu jam setelah makan makanan utama. Bagi sebagian orang, jus apel dan cuka apel adalah laksatif alami, Anda bisa mencoba dan melihat hasilnya. Pisang pun pilihan yang cukup aman. Coba konsumsi dua buah pisang di antara waktu makan besar. Hindari pisang hijau, karena getahnya justru memperparah konstipasi. Kismis juga bisa dijadikan peluruh kotoran dalam perut. Konsumsi satu genggam kismis setiap harinya, satu jam setelah makan.

* Perbanyak serat
Sedikit serat per hari bisa membantu memperlancar pembuangan kotoran. Serat adalah bagian makanan yang tak bisa dicerna oleh perut, karenanya ia akan menambah massa kotoran dan menstimulasi usus untuk mendorong kotoran tersebut. Serat bisa ditemukan secara alami pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan (namun makanan yang sudah diproses bisa mengurangi kandungan seratnya). Saat ini, asupan serat yang disarankan dalam sehari adalah antara 20-35 gram, namun, dalam kesehariannya, kita hanya makan antara 10-15 gram.

* Madu
Madu juga ternyata adalah laksatif ringan. Coba asup 1 sendok makan madu, tiga kali sehari, secara langsung atau dicampur dalam air hangat. Atau, Andajuga bisa mencampur 1 sendok teh cuka apel dengan 1 sendok teh madu di dalam satu gelas air hangat. Perlu diingat, madu sangat tinggi kalori, jadi jangan gunakan campuran ini setiap hari, cukup sesekali saja.

* Kopi
Kopi pahit dan makanan pahit lainnya bisa menstimulasi saluran pencernaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

* Minyak nabati
Safflower, kacang kedelai, dan minyak sayuran lainnya bisa digunakan untuk membantu kelancaran pembuangan kotoran dalam perut. Minyak-minyak ini bisa membantu melubrikasi usus perut Anda. Asup 2-3 sendok makan per hari, hingga masalah konstipasi Anda teratasi, jangan minum setiap hari. Jika Anda tak suka mengasup minyak tersebut langsung, coba gunakan sebagai tambahan dressing pada salad, cukup campur dengan bumbu dan perasan lemon atau cuka.

* Air putih
Mengasup setidaknya 8 gelas air per hari tak hanya membantu kesehatan Anda secara umum, tetapi juga membantu melembutkan usus sehingga kotoran bisa bergerak lebih lancar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polihidramnion

Polihidramnion

Penyakit
Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Health
Hipognadisme

Hipognadisme

Penyakit
Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Health
Radang Dingin (Frostbite)

Radang Dingin (Frostbite)

Penyakit
4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

Health
Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Penyakit
Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Health
Hipopituitarisme

Hipopituitarisme

Penyakit
3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

Health
Akathisia

Akathisia

Penyakit
Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

Health
Abses Peritonsil

Abses Peritonsil

Health
6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

Health
Sinusitis

Sinusitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.