10 Tahun Lagi Tak Perlu ke Dokter Gigi

Kompas.com - 10/12/2010, 11:21 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Pada masa mendatang masalah klasik seputar kesehatan gigi, seperti karies ataupun gigi berlubang, mungkin hanya tinggal sejarah. Bahkan bukan mustahil, pasien yang datang ke dokter gigi akan jauh berkurang.

Pasalnya, para ilmuwan kini telah berhasil mengidentifikasi sejenis enzim yang menyebabkan plak menempel pada gigi. Jika para ahli menemukan cara mencegah enzim tersebut, hampir dapat dipastikan masalah gigi berlubang tidak akan pernah muncul lagi.

Adalah ilmuwan di Belanda yang berhasil mengidentifikasi sejenis enzim yang dihasilkan oleh bakteri di dalam mulut dan saluran pencernaan. Riset menunjukkan, enzim bakteri ini memanfaatkan gula untuk menghasilkan sejenis lem atau perekat. Lem inilah yang kemudian memicu plak penyebab karang dan lubang menempel pada gigi.

Kabarnya, para ilmuwan itu kini sudah mampu memahami bagaimana enzim tersebut bekerja, dan sedang mengembangkan riset lanjutan untuk menemukan cara terbaik menghentikan kerja enzim tersebut.

“Sekarang akan lebih mudah untuk mencari bahan yang mencegah bakteri menempel pada gigi. Dan ketika zat ini benar-benar aman digunakan, kita dapat menembahkannya pada pasta gigi untuk mencegah gigi berlubang.” tutur Bauke Dijkstra, Ph.D., peneliti dari Universitas Groningen, Belanda.

Dijkstra mengatakan, mungkin hanya diperlukan satu atau dua tahun lagi untuk menciptakan zat antiplak ini.  Bahkan secara teori, zat ini dapat ditambahkan ke dalam pasta gigi atau bahkan permen dalam 10 tahun mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.