Prevalensi Anak Balita Pendek Tak Berubah

Kompas.com - 11/12/2010, 07:51 WIB
EditorAsep Candra

Jakarta, Kompas - Prevalensi anak balita pendek tidak banyak berubah. Besarnya angka anak balita pendek menjadi indikator masalah kurang gizi.

Itu terungkap dalam seminar ”Perbaikan Status Gizi sebagai Tolok Ukur Pencapaian Target Millenium Development Goals (MDGs)” dalam rangka Hari Ibu di Jakarta, Jumat (10/12).

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2010, prevalensi anak balita pendek (stunting) 35,6 persen atau turun 1,2 persen dibandingkan 2007 (36,8 persen) berdasarkan hasil riset serupa. Sedangkan prevalensi anak balita gizi kurang dan buruk hanya turun 0,5 persen dari 18,4 persen pada 2007 menjadi 17,9 persen pada 2010.

Prevalensi anak balita kurus 13,3 persen, turun 0,3 persen dari 2007. Stunting adalah salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur diukur dengan standar deviasi dengan referensi WHO.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari mengatakan, pertumbuhan yang terhambat menggambarkan adanya masalah gizi. Permasalahan itu terkait gizi kurang dan buruk pada anak serta ibu hamil.

Interaksi antara kemiskinan dan faktor sosial, seperti pendidikan, pekerjaan, perilaku merokok, menikah usia muda, dan cakupan pelayanan kesehatan yang belum optimal, menyebabkan masalah gizi menjadi kronis. ”Terhambatnya pertumbuhan pada anak mengindikasikan pembangunan yang kurang efisien dalam upaya perbaikan sumber daya manusia,” ujarnya.

Linda mengatakan, ibu menjadi kunci penanggulangan gizi buruk. Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan ibu penting diprioritaskan.

Pembicara lain, dokter spesialis gizi klinik, Dini Koeswandewi, mengatakan, kegagalan tumbuh kerap merupakan siklus. Masa kehamilan yang kurang terpelihara menghasilkan bayi berat lahir rendah yang berlanjut dengan anak gagal tumbuh dan berkembang. Kondisi fisik itu terbawa hingga dewasa. Dokter spesialis anak, Conny Tanjung, menyatakan, nutrisi amat penting bagi anak usia 0-3 tahun. (INE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.