Konsumsi Susu Nasional Rendah

Kompas.com - 14/12/2010, 05:34 WIB
Editor

Medan, Kompas - Jumlah anak yang kekurangan gizi di Indonesia mencapai 17,2 persen pada tahun 2010. Penyebabnya antara lain rendahnya konsumsi susu di Indonesia sehingga pasokan gizi tidak sesuai kebutuhan tubuh.

Spesialis gizi dari Rumah Sakit Siloam, Jakarta, dr Samuel Oetoro MS SpGK, di Medan, menjelaskan, rendahnya gizi itu juga terlihat dari Human Development Index yang menempatkan Indonesia di posisi ke-111 dari 128 negara.

Banyaknya anak yang kekurangan gizi itu disebabkan oleh banyak hal, antara lain kurangnya makanan utama. Di samping itu, minimnya konsumsi susu. ”Makanya perlu digalakkan mengonsumsi beragam makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi asupan gizin seimbang. Orangtua harus memastikan anaknya minum susu,” ujarnya saat menjelaskan pentingnya susu bagi kesehatan, Senin (13/12) di Medan.

Menurut Samuel, susu merupakan sumber nutrisi terbaik karena mengandung kalsium, karbohidrat, protein, lemat, vitamin, dan mineral.

Hendro H Poedjono selaku Trade Marketing Director PT Frisian Flag Indonesia, menyebutkan, konsumsi susu di Indonesia hanya 11,7 liter per kapita per tahun. Padahal, konsumsi negara lain jauh lebih tinggi. Konsumsi susu di Thailand mencapai 30 liter per kapita per tahun, Vietnam 15 liter per kapita per tahun dan Malaysia lebih dari 30 liter per kapita per tahun.

Samuel menambahkan, faktor yang memicu rendahnya konsumsi susu nasional antara lain belum terbiasanya masyarakat meminum susu. Kadang mereka telah mencoba meminum susu tetapi tidak melanjutkan karena diare (lactose intolerance).

(MHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.