Usir Otot Lelah dengan Jahe

Kompas.com - 19/12/2010, 11:00 WIB
EditorNadia Felicia

KOMPAS.com — Jahe merupakan salah satu bahan bumbu yang cukup jamak digunakan dalam makanan ataupun keseharian masyarakat Asia. Bumbu ini memiliki aroma dan rasa yang khas, plus khasiat yang sangat bagus untuk tubuh.

Selama ini yang kita ketahui jahe digunakan dalam makanan untuk menambah rasa serta dibuat minuman untuk menghangatkan badan. Ternyata, selain itu, jahe juga baik untuk menyehatkan tubuh, termasuk meredakan mual-muntah ibu hamil, mual karena kemoterapi, mabuk karena gerakan, hingga ketegangan otot. Mengenai kegunaan menghilangkan ketegangan otot tersebut baru diketahui oleh para peneliti yang menemukan bahwa jahe memiliki kandungan yang serupa dengan obat-obatan di apotek, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen.

Para peneliti di University of Georgia dan Georgia College serta State University membagi 74 responden dalam tiga grup. Satu grup diberikan jahe mentah, satu lagi diberikan jahe yang dihangatkan, dan yang lainnya, plasebo dalam bentuk bubuk yang dicampur air hangat, satu lagi dalam bentuk bubuk yang langsung dikonsumsi. Mereka diminta mengonsumsi jahe ini sebelum berolahraga angkat beban. Mereka yang mengonsumsi jahe mengaku mengalami penurunan rasa sakit pada otot setelah berolahraga sebanyak 25 persen dibandingkan yang mengonsumsi jahe palsu.

Disimpulkan, jahe ternyata memiliki kekuatan yang serupa dengan painkiller (pereda sakit). Chris Black, PhD, profesor kinesiologi di Georgia College dan State University, menjelaskan bahwa menurut penelitiannya, jahe memiliki kandungan antiradang, melawan enzim yang membuat sakit, sama seperti yang dilakukan aspirin, ibuprofen, dan naproxen. Karena itulah, orang yang mengonsumsi jahe tidak merasakan atau mengalami pembengkakan otot setelah berlatih angkat beban yang berat.

Menurut Black, Anda bisa menggunakan jahe sebagai pereda nyeri otot dengan cara berikut:
* Bisa digunakan sewaktu-waktu, lebih baik daripada mengonsumsi obat pereda nyeri. Menurutnya, mengonsumsi jahe sekitar 2 sendok teh sehari (2 gram), diperkirakan akan mencukupi kebutuhan. Ia belum mengetahui apa efek jangka panjang dari konsumsi jahe. Black memperkirakan, karena memiliki kandungan serupa aspirin, ibuprofen, dan naproxen, penggunaan jahe berlebihan bisa menyebabkan pengenceran darah, atau masalah pada lambung bagi yang sensitif. Namun, dalam penelitian yang ia lakukan, tidak ada efek samping yang dilaporkan oleh para responden.

* Black menyarankan agar Anda mengonsumsi jahe setiap hari selama seminggu sebelum Anda melakukan kegiatan yang akan mengakibatkan otot meradang, seperti lari maraton, mendaki tebing, atau berkebun seharian. Pada hari aktivitas berat itu dan setelahnya juga disarankan. Tak masalah pukul berapa jahe itu dikonsumsi.

* Jahe datang dalam banyak bentuk, baik dicampur dengan teh, bubuk, kapsul, ataupun dalam bentuk asli akar. Black mengatakan, tak masalah dalam bentuk apa jahe dikonsumsi. Bisa juga dijadikan tambahan dalam bumbu masakan.

Lebih baik yang alami ketimbang obat-obatan buatan, kan?


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X