Pencemaran Merkuri Belum Tuntas

Kompas.com - 29/12/2010, 03:07 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Luasan tanah tercemar merkuri di lahan eks bengkel dan gudang ExxonMobil di Gampong Hueng, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, belum dapat dipastikan. ExxonMobil tidak memenuhi target pelaporan hasil uji laboratorium untuk memperkirakan luasan tanah tercemar merkuri.

Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Beracun Berbahaya (B3) dan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Masnellyarti Hilman menyatakan, uji laboratorium sampel tanah di lahan ExxonMobil itu menunjukkan kandungan merkuri sangat tinggi. ”Kemungkinan itu merkuri itu adalah limbah pengolahan gas alam ExxonMobil yang tercecer,” kata Masnellyarti.

Areal eks bengkel, klinik, base camp, dan gudang yang berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi produksi gas ExxonMobil itu tidak lagi dipergunakan ExxonMobil sejak 2004. Data KLH menyebutkan lokasi dengan cemaran merkuri tertinggi luasnya berkisar 45 meter persegi.

Analisis laboratorium Pusat Pengendalian Dampak Lingkungan menyatakan, dua sampel tanah dari areal utama itu menunjukkan kandungan merkuri mencapai 303.379 miligram per kilogram dan 43.030 miligram per kilogram tanah. KLH juga mengambil sampel tanah sekitar 15 meter dari areal utama, yang ternyata mengandung merkuri 88 miligram per kilogram tanah. Sementara sampel tanah sekitar 25 meter dari area utama mengandung 21 miligram per kilogram tanah.

”Sampel tanah dari areal utama penemuan itu menunjukkan kandungan merkuri di atas 300.000 miligram per kilogram tanah. Areal itu sudah dibersihkan dan tanah yang tercemari merkuri telah diangkut ke pengolah limbah. Namun, di luar area yang diangkut pun masih ditemukan tanah dengan kandungan merkuri sangat tinggi sehingga kami meminta ExxonMobil memperluas daerah pengambilan sampel tanah,” tutur Masnellyarti.

Mulai dibersihkan

Sejak 4 Oktober, ExxonMobil telah memulai pembersihan lokasi dan mengangkut 50 ton tanah dari areal utama ke PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ExxonMobil seharusnya melaporkan hasil pengujian sampel baru pada pekan ketiga Desember, tetapi hingga Selasa (28/12) laporan itu belum diterima KLH.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Vice President of Public Affair ExxonMobil Indonesia Maman Budiman, melalui layanan pesan singkat, menyatakan bahwa pihaknya masih membersihkan lokasi penemuan merkuri itu. ”Pengambilan sampel tahap kedua baru dimulai pekan lalu, 21 Desember,” tulis Maman, Selasa.

Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Nanggroe Aceh Darussalam TM Zulfikar menyatakan, pembersihan yang dilakukan ExxonMobil lambat. ”ExxonMobil tidak pernah menjelaskan kepada publik di Aceh bagaimana perkembangan pembersihan tanah yang tercemari merkuri itu,” kata Zulfikar.

Laporan Environmental Protection Agency Amerika Serikat yang dikutip International Persistent Organic Pollutants Elimination Network menyebutkan, merkuri memengaruhi dan merugikan perkembangan otak dan sistem saraf. Merkuri dapat mengurangi kemampuan berpikir, memori, perhatian, penguasaan bahasa, keterampilan motorik hasil, dan keterampilan ruang visual.

Merkuri adalah logam yang bersifat cair, melebur pada suhu -38,87 derajat, dan menguap dalam suhu normal ruangan, yaitu 25-38 derajat celsius. Di udara, uap merkuri bersifat persisten, akan bertahan di atmosfer antara 6 hingga 18 bulan. Saat meluruh, merkuri bisa memasuki rantai makanan, utamanya memasuki rantai makanan ekosistem kelautan dan perairan. (ROW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Otot

Nyeri Otot

Penyakit
11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

Health
 4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

Health
4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

Health
7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

Health
Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Penyakit
5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

Health
Eklampsia

Eklampsia

Penyakit
13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

Health
Patah Tulang

Patah Tulang

Penyakit
10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

Health
Regurgitasi Aorta

Regurgitasi Aorta

Penyakit
Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Health
Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.