Kekerasan Seksual Dipengaruhi Film Porno

Kompas.com - 03/01/2011, 13:04 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Sebagaimana berbahayanya narkoba, pornografi juga sangat mudah menghancurkan masa depan seorang anak. Sebuah penelitian menunjukkan, anak-anak yang akrab dengan tayangan film porno akan tumbuh menjadi orang dewasa yang menganggap kekerasan seksual sebagai hal biasa.

Sikap permisif pada kekerasan seksual ini, menurut Michael Flood, peneliti, disebabkan mereka mendapat "pelajaran" dari media yang salah.

"Pornografi adalah edukator seks yang buruk karena menunjukkan hubungan seksual yang tidak realistis. Tidak ada film porno yang bisa menunjukkan keintiman, cinta dalam sebuah hubungan atau romantisme. Paling banyak sifat film porno adalah kasar dan kekerasan pada perempuan," kata Flood.

Flood melakukan penelitian bertajuk The Australian Research Centre in Sex, Health and Society. "Ada banyak bukti dari seluruh dunia bahwa pornografi berdampak negatif bukan hanya pada individu, tapi juga komunitas," katanya.

Dalam riset yang dilakukannya, ia juga menemukan bahwa anak-anak penggemar film porno ini di usia dewasa sering gagal membina hubungan dengan pasangan. Mereka juga lebih sering melakukan hubungan seksual tanpa ikatan.

Para peneliti dari University of Montreal menyebutkan, rata-rata seorang anak laki-laki pertama kali menonton film porno di usia 10 tahun.

Di Inggris, seorang bocah berusia enam tahun membawa gambar porno ke sekolah dan berakting melakukan adegan hubungan seksual saat jeda pelajaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika kami mendatangi rumahnya, sang ayah sedang mengunduh film-film porno dari internet dan ada banyak gambar porno bertebaran di rumah," kata John Carr, Sekretaris Children's Charities Coalition on Internet Safety.

Menurut Petra Boynton, psikolog, pada umumnya anak-anak melihat materi pornografi karena mereka merasa bosan dan kurang pengawasan. Oleh karena itu, ia mengingatkan para orangtua untuk memberi pemahaman masalah seks pada anaknya secara benar dan sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.