6 Kiat Berdiskusi Seks dengan Anak Remaja

Kompas.com - 04/01/2011, 13:54 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Orangtua semestinya menjadi tempat bertanya bagi anak-anak, termasuk urusan seks. Edukasi seks di rumah punya peran penting untuk mencegah perilaku seksual pada anak-anak. Jangan hanya bergantung pada sekolah atau lembaga pendidikan di luar rumah untuk mendiskusikan seks. Segera singkirkan kesungkanan atau kejanggalan saat bicara seks, karena edukasi adalah juga tanggung jawab orangtua.  

Ciptakan kesempatan
Seks adalah topik yang sulit dihindari, karena isu ini bertebaran di mana saja, melalui pemberitaan di media, acara hiburan ataupun iklan yang muncul hanya sekian menit saja. Meski terkesan mudah sekali membuka pembicaraan seputar seks, namun orangtua dan remaja acapkali sulit memulai obrolan. Agar obrolan seks mengalir lancar, jangan tunggu momen, namun ciptakanlah kesempatan. Anda bisa mengadopsi cara ini:

* Menangkap peluang
Saat Anda dan anak remaja sedang menonton program televisi, yang membahas isu seks bertanggung jawab, angkat topik ini dalam obrolan ringan saat itu juga. Ajak anak remaja Anda berdiskusi, minta pendapatnya. Berbagai kesempatan setiap harinya sangat berharga. Anda bisa memulai diskusi ringan sambil mengendarai mobil, berberes rumah, atau saat memasak di dapur bersama si ABG. Kapan pun Anda dan anak remaja sedang bersama, tangkap peluang emas ini untuk mendiskusikan seks secara lebih cair. 

* Bersikap jujur
Anda tak perlu berlagak seperti pakar seks. Jika Anda merasa canggung, katakan saja. Namun juga jelaskan bagaimanapun canggungnya pembicaraan tersebut, Anda dan anak remaja tetap perlu mendiskusikan topik seks ini. Jujur juga diperlukan saat Anda tak menemukan jawaban atas pertanyaan anak remaja Anda. Katakan sejujurnya Anda belum tahu jawaban saat itu, dan ajak anak untuk mencari jawaban bersama. 

* Tak perlu basa-basi
Ciptakan diskusi terbuka, tak perlu menggunakan bahasa ambigu atau berbasa-basi. Ungkapkan bagaimana pendapat Anda tentang isu spesifik seperti seks oral atau senggama. Utarakan berbagai risiko perilaku seksual, seperti gangguan emosional, penyakit seks menular, atau kehamilan yang tak terencana.

* Hargai pendapat anak Anda
Bersikap menggurui anak saat mendiskusikan isu tertentu takkan berhasil. Anda perlu menyiapkan telinga selebar-lebarnya untuk mendengarkan pendapat anak Anda. Pahami perasaan anak Anda, begitu juga dengan rasa ingin tahu dan minatnya. Dengarkan lebih sering apa yang menurut anak Anda lebih menarik untuk dibahas seputar seks. Biarkanlah pembicaraan mengalir apa adanya.

* Jangan hanya bicara fakta
Momen baik untuk mendiskusikan seks perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan hanya bicara fakta soal seks. Anda juga perlu mengaitkan isu seks dengan nilai moral. Diskusikan juga seputar etika hingga nilai-nilai keyakinan atau religi. Ajak anak berbagi pendapatnya soal nilai moral.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

* Membuka diri
Munculkan kesan kepada anak bahwa Anda selalu terbuka untuk diajak bicara soal seks. Ucapkan penghargaan atas usaha anak untuk bertanya. Katakan bahwa Anda senang dan menghargai pendapat atau pertanyaannya dan senang karena ia mau membicarakan seks dengan Anda.

Langkah preventif dari orangtua
Anak remaja bisa saja melakukan aktivitas seksual layaknya orang dewasa, namun hal ini bisa dihindari dengan langkah preventif Anda sebagai orangtuanya. Berikan dukungan kepada anak dengan bersikap terbuka. Selalu ciptakan kesempatan untuk berbicara dengan jujur dan dari hati ke hati. Jika anak tak merasa atau tak terlihat tertarik membincangkan seks dengan Anda, katakan saja secukupnya dengan melihat situasi dan kondisi. Katakan yang ingin Anda katakan, dengan memancingnya melalui berbagai kasus yang muncul di pemberitaan misalnya. Meski anak bersikap pasif, setidaknya ia mendengarkan Anda bicara dan merekamnya. Langkah ini bisa menjadi salah satu cara mencegah anak dari perilaku seksual tak bertanggung jawab. Selalu jalin komunikasi dengan anak Anda, kapan saja dan di mana saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.