Antibiotik Picu Risiko Asma pada Bayi

Kompas.com - 07/01/2011, 14:41 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com — Peresepan obat-obatan pembunuh kuman atau antibiotik pada bayi sebelum mencapai usia enam bulan ternyata dapat mengundang risiko. Sebuah penelitian di AS menyebutkan, bayi yang mendapat antibiotik berisiko 70 persen lebih tinggi menderita asma pada masa kecilnya.

Para peneliti di Universitas Yale mengindikasikan, bayi menghadapi peningkatan risiko asma hingga 40 persen bila mendapat resep antiobiotik untuk sekali pengobatan di bulan-bulan awal kelahirannya. Risiko akan naik menjadi 70 persen bila mereka mendapat resep kedua untuk mengobati infeksi yang sulit disembuhkan.

Kajian para ilmuwan ini adalah serangkaian temuan terbaru dalam ilmu obat-obatan yang berkaitan dengan asma pada anak-anak. Para ahli terbagi pendapatnya mengenai dampak antibiotik ini. Ada yang meragukan apakah memang antibiotik menjadi penyebab, ataukah bayi yang dilibatkan dalam studi sudah memiliki bakat mengidap asma.

Meski demikian, dalam laporan terbaru yang bakal dimuat American Journal of Epidemiology, para ilmuwan menyimpulkan bahwa hubungan tersebut memang kuat. Bahkan setelah memperhitungkan faktor lainnya seperti riwayat asma dalam keluarga.

Dalam risetnya, para ilmuwan di Universitas Yale memantau 1.400 anak untuk melihat apakah peresepan antiobiotik pada usia dini menyebabkan kasus asma lebih tinggi pada usia enam tahun.

Anak-anak yang dilibatkan adalah  mereka yang diberi resep antibiotik sebelum usia enam bulan untuk masalah infeksi di luar infeksi bagian dada yang identik dengan gejala asma. Peserta juga termasuk anak-anak yang dilahirkan dari orangtua yang tidak memiliki riwayat asma.

Hasilnya, menunjukkan peningkatan besar risiko terserang asma pada anak-anak yang diberi antibiotik sebelum usia mereka enam bulan meskipun anak tersebut tak punya riwayat asma.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menggunakan antibiotik, khususnya dalam spektrum yang luas, dapat mengubah flora mikroba dalam usus anak. Hal itu menimbulkan ketidakseimbangan dalam sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan buruknya respons alergi," papar Dr Kari Risnes, pemimpin penelitian.

Risnes mengharapkan hasil penelitian ini menjadi motivasi khusus bagi dokter agar menghindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu, terutama pada anak-anak berisiko rendah.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Penyebab Infeksi Menular Seksual

5 Penyebab Infeksi Menular Seksual

Health
6 Risiko Kesehatan Hamil di Usia Remaja

6 Risiko Kesehatan Hamil di Usia Remaja

Health
Penyakit Autoimun

Penyakit Autoimun

Penyakit
Jarang Diketahui, Kenali 5 Manfaat Minum Lemon dan Jahe sebelum Tidur

Jarang Diketahui, Kenali 5 Manfaat Minum Lemon dan Jahe sebelum Tidur

Health
Infeksi Aliran Darah

Infeksi Aliran Darah

Penyakit
Mengenal Gejala Awal Tumor Otak Berdasarkan Jenisnya

Mengenal Gejala Awal Tumor Otak Berdasarkan Jenisnya

Health
Kulit Melepuh

Kulit Melepuh

Penyakit
6 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

6 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

Health
Lidah Pecah

Lidah Pecah

Penyakit
Cedera Olahraga, Begini Penanganan yang Tepat Menurut Dokter

Cedera Olahraga, Begini Penanganan yang Tepat Menurut Dokter

Health
Malabsorbsi Makanan

Malabsorbsi Makanan

Penyakit
Mengapa Penderita Asma Sering Mengalami Kelelahan?

Mengapa Penderita Asma Sering Mengalami Kelelahan?

Health
Hidung Tersumbat

Hidung Tersumbat

Penyakit
13 Ciri-ciri Tumor Otak yang Pantang Disepelekan

13 Ciri-ciri Tumor Otak yang Pantang Disepelekan

Health
Jari Kaki Kesemutan

Jari Kaki Kesemutan

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.