Kasus Kekerasan Anak di Sumut Meningkat

Kompas.com - 21/01/2011, 20:16 WIB
EditorBenny N Joewono

MEDAN, KOMPAS.com - Jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Sumatera Utara selama 2010 meningkat dibanding 2009 menjadi 153 kasus.

"Pada 2009 kasus kekerasan anak masih 110 kasus," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut M Zahrin Piliang di Medan, Jumat (21/1/2011).

Kasus yang banyak terjadi merupakan kasus hak kuasa asuh anak yang jumlahnya mencapai 45 kasus, sedangkan pada tahun sebelumnya masih 26 kasus.

Kemudian kasus penganiayaan sebanyak 21 kasus, pencabulan 25 kasus, penelantaran anak sebanyak 17 kasus, dan korban perkosaan hingga sembilan kasus.

Zahrin mengakui, kasus hak kuasa asuh yang jumlahnya cukup tinggi itu disebabkan banyak orang tua yang awalnya ketika memutuskan untuk menikah tidak memikirkan apa yang akan terjadi di masa kehidupan mereka yang akan datang.

"Kebanyakan dari mereka hanya memikirkan indahnya dari sebuah pernikahan saja, namun ketika mereka memiliki seorang anak dan terjadi suatu permasalahan di dalam rumah tangganya yang kemudian tidak dapat diperbaiki lagi, otomatis mereka memilih untuk bercerai, dan anaklah yang menjadi korban dari perceraian tersebut," ujarnya.

Selain itu, kasus kekerasan juga kerap terjadi disebabkan pengaruh lingkungan keluarga sendiri, seperti pengaruh media televisi, dimana seorang anak dibolehkan menonton tayangan tentang kekerasan.

Bahkan anak-anak yang sering mendapatkan perlakuan kekerasan dari orang tuanya dipastikan juga akan melakukan kekerasan yang sama kepada anak-anaknya kelak.

Biasanya dampak yang terjadi terhadap anak yang mengalami kasus kekerasan secara fisik mengakibatkan luka di tubuhnya, sementara secara psikis si anak bisa mengalami tekanan jiwa.

"Cara tepat untuk mengatasi kekerasan terhadap anak, orang tua perlu membina hubungan yang harmonis di keluarganya maupun lingkungan sekitar agar si anak merasa nyaman dan aman," katanya.

Zahrin menambahkan, anak-anak yang rentan menjadi korban kekerasan adalah anak-anak yang hidup dalam kondisi keluarga dari ekonomi menengah ke bawah dan kebanyakan terjadi justru di Kota Medan dan sekitarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.