Riset BPOM 2009-2011, Tak Ada Sufor Tercemar

Kompas.com - 10/02/2011, 15:31 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) kembali menegaskan keamanan produk susu formula yang beredar di Indonesia, terutama terkait dengan isu produk susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter sakazakii.

"Kami selalu melakukan inspeksi rutin dan pengambilan sampel pada susu formula dan sampai saat ini hasilnya negatif, tidak ada cemaran bakteri," kata Kepala BPOM Kustantinah, dalam konferensi pers bersama Kementerian Kesehatan RI dan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Gedung Kemenkominfo Jakarta (10/2/2011).

Penegasan itu disampaikan untuk menjawab rasa penasaran masyarakat akan merek susu yang tercemar bakteri menurut riset IPB. Penelitian yang dilakukan Insitut Pertanian Bogor (IPB) antara tahun 2003-2006 dan diumumkan pada 2008 menemukan 22 sampel susu formula yang mengandung bakteri Enterobacter  sakazakii dengan kadar 22,73 persen.

Kustantinah menjelaskan, sebelum tahun 2008, di Indonesia memang belum ada aturan susu formula bebas Enterobacter sakazakii. Hasil penelitian IPB sendiri baru diumumkan pada Maret 2008, sedangkan standar baru yang mensyaratkan produk sufor bebas bakteri Sakazakaii baru ditetapkan oleh Codex Alimentarius Commission (CAC), badan tertinggi keamanan pangan dunia, pada Juli 2008.

Sebelum standar baru Codex itu, BPOM hanya mensyaratkan produk susu formula dan makanan bayi di Indonesia harus bebas dari 4 jenis cemaran, antara lain logam berat, lempeng, coliform dan salmonela.  Di Indonesia sendiri, penerapan standar Codex secara nasional baru diterapkan oleh BPOM mulai Oktober 2009.

"Setelah 2008 codex terapkan standar baru, maka kita juga mengikuti dan aturan ini tidak bisa berlaku surut," katanya.

Itu sebabnya, kata Kustantinah, mengapa riset yang dilakukan IPB bisa berbeda dengan riset BPOM karena tahunnya berbeda.

Dalam tiga tahun terakhir, BPOM juga secara rutin melakukan sampling dan pengujian terhadap produk sufor yang beredar di pasaran. Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan, tidak ada produk sufor di pasaran yang tercemar bakteri Sakazakii.

Menurut Kustantitah, pada 2009 BPOM telah mengambil 11 sampel sufor di pasaran, kemudian disusul dengan 99 sampel pada 2010.  "Sedangkan pada 20011, hingga Februari ini kami baru melakukan pengambil sejumlah 18 sampel. Sampel pada 2009, 2010 dan 2011, berdasarkan  hasil pengujian, tidak ada satu pun yang mengandung Enterobacter sakazakii," ujarnya.

"Untuk itu, BPOM selaku otoritas pengawas makanan yang terkait keamanan mutu dan gizi pangan, mengimbau masyarakat agar tidak terlalu khawatir untuk mengonsumsi formula bayi, tetapi dengan tetap sesuai dengan pedoman," tambahnya.

Baca tentang

    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X