Bebas Cemas Bukan Mustahil

Kompas.com - 28/02/2011, 16:53 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Situasi yang tidak menentu kerap menimbulkan kecemasan. Ada strateginya agar stres tidak sampai melanda.

Kecemasan: Pekerjaan Kepastian akan status karyawan kini menjadi impian banyak orang dalam kondisi ekonomi seperti sekarang. Sulitnya mencari pekerjaan juga menjadi tambahan rasa cemas.

Atasi dengan: Tetap berpijak pada realistas setiap hari menjadi cara yang baik untuk menghindari stres. Buka telinga seputar kondisi keuangan perusahaan, sinyal-sinyal perusahaan akan tutup biasanya sudah bisa terlihat.

Sebelum benar-benar terjadi penutupan perusahan atau pengurangan karyawan, mulailah mencari pekerjaan baru. Jajaki semua kemungkinan yang ada untuk mengirimkan lamaran, termasuk juga melalui jasa head hunter.

Kecemasan: Kesejahteraan anak Ada banyak hal yang sering dicemaskan orangtua terhadap anak-anaknya. Ini adalah hal yang alamiah, sebagai bentuk cinta orangtua pada buah hatinya. Kecemasan biasanya akan lebih besar jika anak mengidap penyakit tertentu atau termasuk anak berkebutuhan khusus.

Atasi dengan: Carilah dokter anak yang Anda percaya. Salah satu tugas dokter anak adalah membantu orangtua mengenali mana yang perlu dikhawatirkan dan mana kondisi anak yang normal.

Bila yang jadi sumber kecemasan Anda bukan masalah kesehatan, misalnya prestasi akademiknya, tanyakan pada diri Anda apakah si kecil butuh les tambahan. Tapi, Anda juga perlu belajar menerima hal-hal yang tidak pasti karena itu bisa membantu Anda mengenal keuletan dan daya juang anak.

Kecemasan: Kesehatan Kebanyakan orang khawatir pada status kesehatan saat ini dan masa yang akan datang. Apalagi dengan bertambahnya usia, penyakit seringkali menghampiri.

Atasi dengan: Mencegah lebih baik daripada mengobati. Prinsip ini sangat tepat untuk menjawab kekhawatiran Anda. Mulailah melakukan skrining sejak dini dan tanyakan pada dokter gejala-gejala penyakit yang mulai dirasakan. Kemudian, mulailah berpikiran positif dengan menjalankan gaya hidup sehat. Perbaiki pola makan dan mulailah berolahraga.

Kecemasan: Finansial Anda mungkin tumbuh dalam keluarga yang selalu khawatir akan kondisi keuangan atau sekarang merasa kurang puas dengan gaji yang diterima. Banyak orang yang percaya punya banyak uang akan membuat mereka merasa aman. Tapi sebenarnya banyak orang yang mencari uang untuk menggantikan apa yang kurang dari diri mereka, cinta, kepercayaan diri atau kekuasaan.

Atasi dengan: Lakukan perencanaan keuangan dan teliti jumlah pengeluaran Anda setiap bulan. Catatlah jumlah pemasukan dan berapa banyak yang dibelanjakan. Hal ini bisa membantu Anda apa yang sebenarnya perlu ditakutkan. Selain itu, hindari membandingkan kondisi finansial dan kebahagiaan dengan orang lain yang lebih kaya. Hal ini bisa menambah kecemasan dalam hidup Anda.

Kecemasan: Hubungan dengan pasangan Sebuah hubungan bisa sarat dengan tantangan. Terlebih jika Anda pernah dikhianati pasangan atau tumbuh dalam keluarga yang tidak utuh. Tanpa disadari hal ini menimbulkan "luka" psikologis dan berpengaruh pada cara Anda memandang hubungan yang sedang dijalani.

Atasi dengan: Tanyakan pada diri sendiri seberapa sering Anda marah atau frustasi pada pasangan dan pada situasi apa hal itu biasanya muncul. Tuliskan semua kekhawatiran Anda karena hal itu bisa membantu menjernihkan pikiran. Carilah waktu yang tenang untuk bicara dengan pasangan. Bersikaplah jujur namun tidak menyerang. Bila Anda dan pasangan makin jarang merasa menikmati waktu bersama, itu adalah tanda hubungan Anda mulai bimbang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.