Mencegah Kulit dari Ancaman Penyakit

Kompas.com - 05/03/2011, 11:06 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com  Jumlah penderita kanker kulit meningkat pesat di seluruh dunia. Setidaknya dua juta kasus terdiagnosis setiap tahunnya. Kebanyakan disebabkan oleh paparan sinar matahari.  

Dengan rendah hati kita layak menyadari bahwa kita kerap menyepelekan kulit tubuh. Sering kita lupa, kulit adalah organ penting. Permukaannya saja memiliki luas sekitar 1,5 meter sampai 2 meter persegi dengan ketebalan 1 milimeter-4 milimeter. Rata-rata beratnya 4 kg.

Tiga lapisan yang membentuk kulit memiliki kekuatan yang benar-benar luar biasa. Itu tentu saja bila kulit tersebut sehat. Ya, kulit memang sangat kuat karena mampu membungkus seluruh tubuh tanpa kecuali.

Bagian terluar kulit adalah lapisan epidermis, berisi tiga macam sel. Keratinosit membentuk lapisan yang sensitif sehingga mudah terangsang bila tersentuh. Lapisan ini cukup resisten, khususnya di telapak tangan dan kaki. Tak heran bila bagian ini akan terasa geli ketika disentuh sedikit saja.

Melanosit berperan dalam proses memunculkan warna coklat saat kulit terpapar matahari. Sementara itu, sel-sel langerhans menangkap mikroorganisme yang tidak diinginkan seperti virus dan bakteri.

Lapisan kedua, dermis, mesti berterima kasih pada kolagen yang mengisinya. Kolagen inilah yang membuat kulit elastis dan kuat. Lapisan ketiga disebut hipodermis (subkutan). Lapisan ini berlemak. Misinya memberi bantalan bila kulit tertekan oleh barang apa saja dan melindungi tubuh dari temperatur atau suhu di sekelilingnya.

Tidak nyaman

Sebagai garda terdepan, kulit menjadi penjaga utama tubuh selain rambut. Tidak heran, kulit mudah kena masalah. Jerawat, misalnya. Ini masalah paling umum yang dialami remaja hingga orang dewasa. Jerawat bisa menjadi gangguan yang cukup lama, bisa sepuluh tahun, tetapi biasanya akan mereda saat kita sudah dewasa.

Munculnya jerawat disebabkan oleh berlebihnya pengeluaran sebum. Kebanyakan terjadi di muka. Saat si jerawat ini sudah hilang, kerusakan kecil (scar) bisa muncul di wajah. Susah dimengerti secara komplet mengapa pada beberapa orang scar ini bisa hilang, sementara pada yang lain agak sulit.

Gangguan lain adalah rosacea. Ia memiliki ciri bercak-bercak merah pada tahap awal kemunculannya. Kondisi ini menetap dan segera diikuti fase peradangan dan timbul papula (tonjolan kecil di kulit) dan pustule (tonjolan pada kulit berisi nanah, diameter kurang dari 1 cm).

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.