Memprihatinkan, Salah Kaprah Pandang Vegetarian

Kompas.com - 05/03/2011, 14:17 WIB
EditorAsep Candra

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Salah kaprah masyarakat kala mencermati pola makan vegetarian adalah hal yang memprihatinkan. Semakin memprihatinkan ketika data-data ilmiah tentang bagusnya sayuran dan buah, telah terpapar, tetapi hanya segelintir pakar gizi dan nutrisi di Indonesia yang menyuarakannya.

Ketua Indonesia Vegetarian Society yang juga Koordinator International Vegetarian Union (IVU) Asia Pacific Susianto mengatakan, data-data ilmiah tentang kebaikan bervegetarian, telah banyak terpapar. Namun, informasi itu tak terakses.

Para ahli gizi dan nutrisi pun kurang melihatnya. Alhasil, mereka yang sudah meniadakan menu daging dan ikan dalam piring, atau juga telur dan susu-malah dianggap berpotensi kurang gizi, kurang protein, kurang lemak, kurang nutrisi, dan tidak bertenaga.   

Mengutip hasil riset pakar kanker terkenal asal negeri jiran, Malaysia Prof Chris Teo, yang juga gurunya, Susianto menyampaikan, dalam 100 gram daging ayam misalnya, hanya ada kandungan protein 14,5-23,4 gram.

Dalam 100 gram daging sapi hanya 13,6-21,8 gram protein. Tetapi, dalam 100 gram kedelai terdapat protein 34,1-34,3 gram, sedangkan setiap 100 gram kacang hijau, proteinnya 23-24,2 gram.

"Banyak yang beranggapan kalau tidak makan daging maka tubuh lemas, dan tidak bertenaga. Padahal logikanya, sumber tenaga itu berasal dari karbohidrat yang hanya ada di tumbuhan. Nggak ada karbohidrat dari hewan . Kalau kolesterol, itu malah hanya ada di daging hewan," kata Susianto.

Susianto, saat berbicara dalam Talkshow Kesehatan Hidup Sehat dengan Pola makan Vegan , di Balikpapan, Minggu (27/2) lalu, juga mengemukakan keprihatinannya ketika dampak buruk daging justru ditepikan. Aneka penyakit, misalnya, penyebabnya jelas, yakni daging, jerohan.

American Cancer Society-lembaga nonpemerintah di Amerika yang memfokuskan diri pada penanganan kanker-tahun 80-an silam telah memaparkan, 40-60 persen kanker bisa dicegah dengan bervegetarian. Selain itu, American Medical Association juga memaparkan bahwa 90-97 persen penyakit jantung bisa dihindari dengan diet vegetarian.

Banyak pihak, kata Susianto, hanya berpikir dan memfokuskan cara mengobati penyakit, bukan cara mencegah. Kanker pun selalu dilihat dari sudut pandang cara mengobati, yakni dengan kemoterapi. Padahal, kemungkinan sembuh dengan kemoterapi hanya satu persen, alias dari 100 penderita, hanya satu yang sembuh.

Tapi dunia medis memang baru bisa sebatas itu untuk mengatasi kanker. Karenanya, mengapa tidak dicoba cara mencegah dan mengobati kanker dengan pencegahan, yakni mengurangi atau malah tidak mengonsumsi daging. Cara ini lebih hemat, gampang, murah, dan simple, kata Susianto.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.