Cabai, Si Penambah Selera Makan

Kompas.com - 18/03/2011, 10:34 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Cabai, bahan dasar pembuat sambal, seringkali ditemui dalam berbagai masakan Indonesia. Rasanya makan tak berselera tanpa sambal atau cabai rawit yang diiris lalu dicampur kecap, misalnya.

Untuk itu, berterimakasihlah kepada Ferdinand Magellan, pelaut asal Portugis. Berkatnya, tanaman cabai menjelajah ke Afrika dan Asia. Maklum, cabai mudah tumbuh di daerah panas. Awalnya tanaman cabai hanya ditanam karena keindahannya ketika buah muncul bergelantungan cantik di setiap ranting. Belakangan baru diketahui ternyata cabai berguna untuk kulinari.

Sebenarnya tanaman cabai sudah dibudidayakan sebagai obat, dan dikonsumsi 7000 tahun silam. Namun tanaman cabai yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan ini dikenal masyarakat Eropa sejak abad 15. Tanaman cabai termasuk anggota keluarga tanaman malam seperti terong, tomat, dan kentang.

Cabai yang kaya vitamin A dan C ini memiliki rasa manis pada bagian daging buahnya. Sedangkan rasa pedas menggigit dari cabai bersumber pada kandungan minyak di tangkai dan biji buah berwarna putih. Pada tangkai dan biji inilah, ditemukan capsaicin, zat yang memberikan rasa pedas sekaligus merangsang keluarnya air liur sehingga membantu proses pencernaan makanan. Jadi, jika ingin mengurangi pedas saat makan cabai, buang saja biji dan tangkainya.

Rasa pedas yang disumbangkan tangkai serta biji cabai bisa berbeda kadarnya di setiap tempat. Kondisi iklim di mana tanaman cabai dibudidayakan memengaruhi kadar pedas cabai. Makin panas iklimnya, makin pedas cabainya. Jangan heran cabai dari negara empat musim tak sepedas cabai dari negara tropis.

Nah, jika kepedasan saat makan cabai, banyak cara mengatasinya. Minum banyak air tak selamanya menolong. Anda bisa mengatasi kepedasan dengan minum seteguk yogurt atau susu, mengunyah roti, nasi, kerupuk, atau sesuatu yang rasanya manis. Sebabnya, kandungan capsaicin pada cabai hanya larut dalam minyak, bukan air.

Namun, jika Anda membuang tangkai dan biji cabai, dampaknya separuh dari nilai serat dari keseluruhan buah juga ikut hilang. Anda pilih mana? Menikmati rasa pedas tangkai dan biji cabai dengan kandungan serat tinggi, dan membantu proses pencernaan makanan dan kandungan vitamin C lebih tinggi dari jeruk? Atau sedikit pedas tapi kehilangan separuh manfaatnya?

Sumber: Buku Sambal, Sambal Colek & Saus Cocol, Yasa Boga (Gramedia Pustaka Utama)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.