Jangan Terobsesi Film Porno !

Kompas.com - 21/03/2011, 14:41 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Banyak orang berpendapat bahwa menonton film porno bagi pasangan suami istri adalah suatu cara untuk mencari variasi berhubungan seksual. Banyak sudah pasangan yang merasa terbantu dengan menonton film porno bersama.

Namun apakah Anda tahu bahwa menonton film porno yang terlalu sering atau sampai terobsesi melakukan semua yang dilakukan oleh bintang filmnya bisa malah menggangu kehidupan seks anda ?

Film porno sebagai suatu industri memang sangat menjanjikan di beberapa negara termasuk di negara kita walau dilakukan secara underground. Tujuan pembuatan film porno ini sebenarnya lebih kepada memberikan masukan kepada kebutuhan fantasy pria dan wanita tentang berhubungan seks.

Pada keadaan normal dalam kehidupan rumah tangga jarang sekali apa yang dilakukan di dalam film porno bisa dilakukan. Misalnya melakukan seks bertiga atau melakukan hubungan seks dengan berganti pasangan. Cerita film seperti ini adalah hanya untuk memenuhi fantasi kebanyakan pria (dalam hal ini memang kebanyakan demikian) untuk melakukan hal-hal seksual yang liar tetapi tidak bisa diterima oleh nilai dan moral yang ada.

Segala macam variasi seks yang dipaparkan dalam film porno juga sering membuat banyak orang mencoba. Itu sebenarnya baik untuk membuat kejenuhan dalam hubungan seks berkurang namun ingat jangan sampai terlalu terobsesi dengan variasi itu.

Beberapa variasi seksual yang berbahaya dan membutuhkan fisik yang prima lebih baik dilakukan dengan hati-hati. Perlu diingat bahwa yang melakukan hubungan seks di film porno adalah aktor profesional yang memang sudah kerjaannya begitu.

Manuver-manuver seksual seperti yang tergambar dalam buku-buku dan film yang mengadaptasi Kamasutra pun harus hati-hati dilakukan, terlebih lagi oleh beberapa penderita nyeri tulang belakang, beberapa kondisi berhubungan dengan sendi dan tulang.

Masalah ukuran alat kelamin laki-laki dalam film juga sering membuat laki-laki tidak puas dengan ukurannya dan berniat melakukan pembesaran alat kelamin walaupun mengandung resiko.

Tahukah anda bahwa ereksi Mr P cukup 7 cm untuk bisa melakukan hubungan seksual yang memuaskan. Tidak perlu sampai 20 cm atau lebih untuk mendapatkan kepuasan seksual bagi wanita. Ini diakibatkan karena sensitivitas G-Spot dan daerah muka Miss V memang lebih sensitif daripada daerah belakang.

Jangan terkecoh oleh kisah-kisah di stensilan yang penisnya bisa menembus sampai leher rahim dan menimbukan sensasi luar biasa. Ingat pula masalah perasaan sangat juga tergantung pada hubungan seksual.

Jadi anda perlu bijak dalam menonton film porno. Boleh saja asalkan jangan terobsesi!

Dr. Andri SpKj, Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison.  Penanggung Jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.