Mendengkur dan Jantung Anda

Kompas.com - 25/03/2011, 17:14 WIB
EditorAsep Candra

Sedikit saya agak kaget, ketika mau duduk di kursi pesawat garuda dalam penerbangan Jakarta-Pekanbaru pagi itu. Ternyata di sebelah kanan saya, di kursi dekat jendela telah duduk seorang ibu berusia sekitar 35 tahun. Ibu muda ini juga saya lihat sedang sarapan pagi dengan lahapnya waktu menunggu keberangkatan pesawat di “lounge” garuda.

Di samping bayangan kecantikannya waktu masih gadis, yang menarik perhatian saya pada ibu ini adalah postur tubuhnya yang gendut. Sekilas saya perkirakan tingginya sekitar 160 cm, berat badannya mungkin lebih dari 85 kg. Anda dapat membayangkan bagaimana besarnya perut Ibu itu, melebihi Ibu hamil yang hanya menunggu hari-hari kelahiran bayinya.

Pesawat menunggu cukup lama untuk take off, waktu kebetulan saya menoleh ke kanan, ke arah jendela, saya lihat ibu ini sudah tertidur. Luar biasa ibu ini, pikir saya,”pesawat belum take off, dia sudah take off lebih dulu”.

Kemudian, tidak berapa lama setelah pesawat take off, Ibu ini sudah tertidur semakin pulas. Kadang-kadang kepalanya menyandar ke bahu kanan, dan kadang ke bahunya sebelah kiri. Untung saya tidak duduk di kursi tengah yang memang kosong itu, andaikan saya menempati kursi itu, bahu saya pasti sudah jadi sandaran kepalanya.

Deru mesin pesawat terdengar semakin kuat. Di tengah deru pesawat itu, seolah tidak mau kalah, ibu ini juga menderu dengan dengkurannya. Dengkurannya yang semula terdengar pelan-pelan, semakin lama semakin keras. Sesekali dengkuran dan nafasnya berhenti beberapa tempo, kemudian seperi orang gelagapan, kembali bernafas dengan cepat dan mendengkur lagi dengan bunyi yang aneh dan semakin kuat pula..

Lebih kurang 30 menit setelah pesawat melayang di udara, pramugari garuda mulai membagikan sarapan pagi. Karena Ibu itu masih tidur, meja makan yang ada di sandaran kursi di depannya saya tolong bukakan. Sementara, dengkuran Ibu itu masih terdengar cukup kuat, pramugari saya lihat tersenyum kepada saya, mungkin maksudnya agar saya dapat memahami.

Aneh, Ibu muda yang sedang tidur itu, tiba-tiba bangun letika aroma nasi goreng yang agak menyengat hidung merebak keluar, setelah aluminum penutup kotaknya saya buka. “Terimakasih” ungkapnya, waktu melihat di depannya juga sudah ada makanan.

“Ngantuk sekali ya mbak?” tanya saya, memulai pembicaraan dengannya. “Ya Pak, tadi pagi jam 4 sudah harus bangun, buru-buru, takut telat, makan pagi juga hanya sedikit, jawabnya”. “Pantesan tidurnya enak sekali mbak, komentar saya. Maaf ya mbak, mbak kalau tidur mendengkur lho?.”. “Oh ya, saya malah tidak sadar, apa kuat bunyi dengkurannya?” tanyanya.

Sedikit agak berbasa-basi saya bilang, “oh, tidak, hanya sedikit”. “Apa penyebabnya kok saya bisa mendengkur seperti itu, apa karena saya kegemukan?” Tanyanya lagi. “Ya, penyebab utamanya karena itu. Pada orang gemuk sering terjadi penekanan jalan nafas, sehingga jalan nafas menyempit, aliran udara jadi tidak lancar, dan itu sangat berbahaya untuk jantung kita”. jawab saya.

“Kalau hubungannya dengan jantung gimana?” Kelihatan Ibu ini bertanya agak antusias. “Almarhum Ayah saya dulu waktu berumur 55 tahun juga meninggal karena serangan jantung”. Begini, saya mencoba menerangkan secara sederhana kepada ibu itu. "Pada waktu mbak tidur mendengkur, ada namanya sleep apnea, saat nafas berhenti akibat penyempitan jalan nafas, beberapa tempo."

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah PCOS Bisa Sembuh? Simak Penjelasan Berikut…

Apakah PCOS Bisa Sembuh? Simak Penjelasan Berikut…

Health
4 Mitos Keliru Tentang Cacar Monyet

4 Mitos Keliru Tentang Cacar Monyet

Health
Apakah Insulin Menghambat Autofagi?

Apakah Insulin Menghambat Autofagi?

Health
5 Gejala Intoleransi Laktosa

5 Gejala Intoleransi Laktosa

Health
4 Ciri-ciri Hamil Anak Perempuan yang Khas

4 Ciri-ciri Hamil Anak Perempuan yang Khas

Health
5 Cara Mengatasi Batuk di Malam Hari secara Alami

5 Cara Mengatasi Batuk di Malam Hari secara Alami

Health
Apakah Begadang Bisa Menurunkan Berat Badan?

Apakah Begadang Bisa Menurunkan Berat Badan?

Health
8 Mitos tentang Endometriosis, Jangan Lagi Percaya

8 Mitos tentang Endometriosis, Jangan Lagi Percaya

Health
Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit
5 Cara untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami

5 Cara untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami

Health
Benarkah Makan Keju Terlalu Banyak Sebabkan Konstipasi? Ini Faktanya

Benarkah Makan Keju Terlalu Banyak Sebabkan Konstipasi? Ini Faktanya

Health
Berapa Kali Kita Bisa Terinfeksi Virus Corona?

Berapa Kali Kita Bisa Terinfeksi Virus Corona?

Health
Cara Alami Mengatasi Nyeri Punggung Tanpa Obat

Cara Alami Mengatasi Nyeri Punggung Tanpa Obat

Health
Kenali Gejala dan Penyebab Kleptomania

Kenali Gejala dan Penyebab Kleptomania

Health
Stunting Bukan Hanya karena Kurang Gizi

Stunting Bukan Hanya karena Kurang Gizi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.