Mendengkur dan Jantung Anda

Kompas.com - 25/03/2011, 17:14 WIB
EditorAsep Candra

Keadaan ini terjadi berulang kali selama tidur. Dan, ini mengakibatkan oksigen dalam darah menurun, karbon dioksida meningkat, dan tubuh juga melepaskan lebih banyak adrenalin. Semua ini dapat mengakibatkan penekanan fungsi sistem kardiovaskuler, dan paru.  Menyebabkan kerusakan pada otot jantung dan pembuluh darah jantung, dan bahkan bisa memacu gangguan irama jantung yang mematikan, serangan jantung dan strok.

“Kalau begitu, apa yang harus saya lakukan Pak?” sambungnya.” Ya, pertama menghindari tidur waktu duduk, biasakan tidur berbaring miring ke samping atau tidur tanpa bantal, dan kalau perlu beri bantal kecil di belakang leher. Kemudian dalam jangka panjang adalah menurunkan berat badan, dengan diet dan olahraga”, jawab saya.

“Untuk diet saya sudah mencoba Pak, tapi selalu gagal, saya hanya makan sedikit, apalagi nasi, kalau ngemil, minuman kaleng dan yang manis saya memang suka.” jawabnya. “Cemilan, minuman manis dan kaleng itu dapat lebih banyak kalorinya daripada nasi yang mbak makan. Untuk sementara mbak kurangi atau kalau bisa tidak meminum minuman kaleng dan yang  manis dulu. Untuk ganti ngemil Ibu coba makan buah-buahan dan lalapan sayur, dan kalau lapar malam hari, cukup makan buah-buahan. Di samping itu, sisihkan waktu mbak 30-40 menit untuk olahraga ringan seperti jalan cepat, jogging dan sebagainya, Saya yakin mbak pasti berhasil.

Yang penting mbak, tujuan diet, olahraga itu bukan sekedar menurunkan berat badan, tetapi sehat yang kita inginkan. Kalau mbak bisa menurunkan berat badan 10 persen saja akan menurunkan risiko mbak menderita diabetes, hipertensi, “stroke”, serangan jantung dan lain- lain”, saya mencoba menerangkannya.” ……”Ok, bapak, saya lakukan, terimakasih ya”, katanya.

Mendengkur dapat menyebabkan rasa tidak nyaman bagi orang lain di sekitarnya, dan meningkatkan risiko penyakit jantung bagi dirinya sendiri. Tapi, ibu ini seolah-olah tidak peduli, tidak berapa lama setelah pembicaraan itu, ibu ini sepertinya sudah tidur kembali, suara demgkurannya mulai menderu lagi.

Daripada dongkol, saya tetap memilih senyum, menikmati suara yang aneh itu. Saya hanya berdoa, mudah-mudahan ibu ini nanti mau diet dan berolahraga. Alangkah bahagianya saya, bila suatu saat, kalau ketemu lagi dengan ibu ini, berat badannya sudah jauh berkurang dan tidak mendengkur lagi, dan yang lebih penting, risiko ibu ini untuk menderita penyakit jantung juga akan lebih kecil. Amin!

Irsyalrusad, Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.