Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pijat Bayi Perlu Keahlian Khusus

Kompas.com - 31/03/2011, 16:46 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi anda yang mempunyai bayi, tentu pernah mendengar tentang pijat pada bayi. Ya, bagi sebagian orang, pijat pada bayi dipercaya dapat merangsang pertumbuhan otot dan saraf.

Namun yang jadi pertanyaan, apakah pijat itu aman? Menurut Dr. Triana Darmayanti Akbar, Sp.A dari Rumah Sakit Jakarta, pijat pada bayi cukup baik, tetapi harus dilakukan dengan metode dan cara yang tepat.

Tidak semua orang dapat melakukannya, karena diperlukan keahlian khusus. Bahkan, seorang dokter anak pun harus dibekali keterampilan kursus agar dia dapat melakukan pijat pada bayi.

"Semua itu harus ada ilmunya dan teknik yang benar. Pijat bayi bagus, selama benar melakukannya dan efeknya pun bagus," ujar Triana, di sela-sela peluncuran buku Ensiklopedia Tubuh Manusia, Kamis, (31/3/2011).

Triana menambahkan, pijat pada bayi memang dapat membuat bayi lebih cepat tumbuh dan daya tahan akan lebih baik. Jadi, bagi anda yang ingin melakukan pijat pada bayi, sebaiknya serahkan kepada orang-orang yang memang ahlinya.  Ia berpesan, jangan pernah melakukan pijat pada bayi tanpa adanya keahlian khusus.

Tiga bulan sekali

Pijat bayi, seperti yang pernah diungkapkan Dr Utami Roesli SpA, IBCLC, CIMI, merupakan terapi sentuh paling kuno dan populer. Meski kuno, pijat bayi tetap banyak manfaat dan sebaiknya dilakukan secara rutin, setidaknya sebulan sekali.

Sejumlah ahli menyatakan, pemijatan sebaiknya dilakukan setelah bayi melewati usia tiga bulan ketika fisik bayi tidak lagi terlalu lemah untuk dipijat. Sementara ahli lain menyarankan pemijatan dilakukan mulai usia bayi beberapa minggu dengan alasan pijatan dapat membantu bayi melewati masa transisi dari dalam rahim ke dunia luar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+