Tak Mendapat ASI, Bayi Rentan Alergi

Kompas.com - 28/04/2011, 07:16 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Dalam beberapa tahun terakhir ini, angka kejadian alergi susu pada bayi terus meningkat. Salah satu faktor penyebabnya adalah pemberian susu sapi sebelum bayi berusia enam bulan.

Bayi berusia kurang dari 12 bulan memang lebih rentan menderita alergi susu. "Hal ini disebabkan sistem saluran cerna bayi belum sempurna," kata dr Zakiudin Munasir SpA(K).

Faktor pencetus lain adalah faktor riwayat keluarga. Jika orangtua menderita alergi, bayinya berisiko tinggi menderita alergi susu.

"Bila kedua orangtua alergi, risikonya mencapai 50 persen," katanya dalam acara seminar mengenai "Alergi Susu Sapi Bukan Penghalang Pertumbuhan Anak" yang diadakan oleh Abbot Nutrition di Jakarta (27/4).

Namun, jenis alergi yang dialami anak belum tentu sama dengan orangtuanya. Misalnya jika ayahnya menderita alergi debu, bisa jadi anaknya justru alergi makanan laut.

Meski kedua orangtua menderita alergi, sebenarnya risiko alergi pada anak bisa ditekan. "Caranya adalah dengan menghindari faktor pencetusnya, misalnya bayi diberikan ASI eksklusif dan ibu berpantang makanan tertentu," katanya.

Membuat tubuh terpapar infeksi tanpa harus menderita sakit juga dianjurkan untuk mengurangi risiko alergi. "Berikan bayi imunisasi karena tubuhnya akan terpapar kuman yang sudah dijinakkan," imbuhnya.

Gejala

Gejala klinis alergi susu sapi yang sering ditemui adalah reaksi pada kulit (merah dan gatal), reaksi di saluran cerna, mulai dari muntah dan diare, ataupun  reaksi pada paru berupa anak sering sakit batuk.

Alergi susu sapi sebaiknya tidak diremehkan karena bisa mengganggu tumbuh kembang anak. "Bila bayi tidak mendapat ASI, bayi perlu diberikan susu formula yang telah dihidrolisis yang protein susunya sudah dipecah sehingga menekan hipersensitivitas tubuh dan gejala alerginya tidak timbul," kata Zakiudin.

Sayangnya harga susu formula yang dihidrolisis ini tergolong mahal. Sebagai penggantinya orangtua bisa memilihkan susu kedelai yang sudah diformulasi khusus sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

"Bayi sebaiknya diberikan ASI. Namun, jika ibu menyusui punya riwayat alergi, sebaiknya hindari makanan yang sering mencetuskan alergi, seperti susu sapi, kacang tanah, makanan laut, dan telur," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.