Deteksi Dini Kanker Usus

Kompas.com - 16/05/2011, 07:03 WIB
EditorLusia Kus Anna

YUNI IKAWATI

Penderita kanker usus dapat disembuhkan bila keganasan itu terdeteksi sejak dini. Pemeriksaan konvensional, seperti colok dubur dan tes darah samar, dapat mendeteksi kanker itu tetapi pada stadium lanjut. Kini diperkenalkan teknik pemeriksaan yang dapat mendeteksi kanker ini secara dini.

Kanker usus besar (karsinoma kolorektal) merupakan keganasan yang terjadi di usus besar hingga dubur. Waktu pertumbuhan kanker ini perlahan, 15-20 tahun.

”Bila terdeteksi sejak dini, kemungkinan pasien sembuh sangat besar,” kata pakar onkologi hematologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Aru W Sudoyo, dalam acara temu pasien kanker usus besar di Jakarta, Sabtu (14/5).

Menurut dia, sebanyak 95 persen kasus kanker usus besar dapat diatasi jika ditemukan dini lewat tes dan pemeriksaan rinci. Sayangnya, hal ini belum terjadi di Indonesia. Mayoritas pasien terdiagnosis kanker usus besar datang berobat ketika sudah stadium lanjut. Lebih dari 50 persen penderita kanker tidak sadar dan terlambat mengetahui penyakit itu.

Menurut Ibrahim Basir, ahli bedah abdomen dari FKUI, ada gejala awal yang dapat digunakan untuk mendeteksi awal kanker usus, antara lain penurunan berat badan diiringi perubahan kebiasaan buang air besar dan atau buang air besar berdarah.

Gejala lain berupa diare atau sembelit tanpa sebab jelas lebih dari enam minggu, merasa sakit di bagian belakang perut, rasa kembung, atau perut masih terasa penuh meski sudah buang air besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Kebanyakan orang yang merasakan gejala-gejala itu enggan memeriksakan diri ke dokter. Mereka juga tak mau pemeriksaan colok dubur yang dirasa memalukan,” katanya.

Padahal, cara ini paling sederhana untuk mendiagnosis kanker usus besar.

Deteksi dini

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Health
Trikomoniasis

Trikomoniasis

Penyakit
Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Health
Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Penyakit
Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Health
Akalasia

Akalasia

Penyakit
7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

Health
Xanthelasma

Xanthelasma

Penyakit
Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Health
Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Penyakit
5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

Health
De Quervain's Tenosynovitis

De Quervain's Tenosynovitis

Penyakit
Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Health
Folikulitis

Folikulitis

Penyakit
Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.