Glaukoma Bisa Terjadi Pada Bayi

Kompas.com - 20/05/2011, 11:33 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai salah satu penyebab kebutaan terbesar kedua setelah katarak, glaukoma ternyata dapat menimpa pada bayi. Penyebab terbesar kasus glaukoma pada bayi adalah kelainan anatomi.

"Penyebab utamanya adalah kelainan anatomi seperti faktor turunan, cacat bawaan, dan komplikasi dari penyakit mata yang lain," kata  Surya Utama, dokter spesialis mata dari Eka Hospital Tangerang, Kamis, (19/5/2011).

Kelainan anatomis yang dimaksud, kata Surya, ditandai dengan adanya gangguan pada sudut tempat keluarnya cairan pada bola mata karena mengalami sumbatan. Akibatnya, tekanan yang tinggi membuat bola mata menjadi tumbuh semakin besar, sehingga sering disebut mata sapi.

"Istilah glaukoma pada bayi biasa disebut dengan buphthalmos. Buphthalmos terjadi karena peningkatan tekanan bola mata yang tinggi," jelasnya.

Menyoal seberapa besar risiko seorang yang tak mempunyai faktor genetik terkena glaukoma, Surya mengatakan, "yang tidak ada turunan genetik, kecil kemungkinan terkena, kecuali kalau dia mengalami trauma atau menjalani komplikasi dari operasi di mata.".

Surya menegaskan, tekanan bola mata pada orang normal umumnya antara 10 -20 milimeter HG. Sedangkan disebut glaukoma apabila tekanannya sudah lebih sampai 30-40 milimeter HG.

Meski tekanan pada bola mata sering dikaitkan dengan hipertensi, Surya mengungkapkan bahwa pada beberapa penelitian menunjukan, tidak selalu orang yang hipertensi, menderita penyakit glaukoma. Operasi menjadi pengobatan satu-satunya pada bayi, untuk mencegah risiko yang lebih parah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena dengan operasi kita bisa membuat saluran yang tadi sempit, kita operasi untuk membuat jalan keluar, sehingga tekanan bola mata bisa turun. Bisa normal kembali," jelasnya.

Guna memastikan, tekanan mata tetap normal pasca operasi, dianjurkan untuk tetap melakukan kontrol ulang secara rutin. Kontrol bisanya dilakukan secara bertahap dengan periode tertentu sampai pada akhirnya dipastikan kondisi mata dari pasien stabil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Health
Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Health
Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
Nyeri Payudara

Nyeri Payudara

Penyakit
6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

Health
Insomnia

Insomnia

Penyakit
10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

Health
Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.