Perempuan Lebih Rentan Gangguan Tiroid

Kompas.com - 28/05/2011, 04:00 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Perempuan lebih rentan terkena gangguan kelenjar tiroid dibandingkan dengan laki-laki. Namun, gangguan tersebut sering kali tidak disadari.

Risiko gangguan fungsi kelenjar tiroid pada perempuan 5-8 kali lebih besar ketimbang laki-laki. Itu terungkap dalam edukasi media tentang kelenjar tiroid di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jumat (27/5). Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Tiroid Internasional.

Salah satu pembicara, Ketua Divisi Metabolik Endokrin Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Imam Subekti, mengatakan, perempuan hamil rentan kekurangan tiroid. Fase hidup perempuan, seperti siklus haid, kehamilan, melahirkan, dan menyusui, membuat mereka membutuhkan yodium lebih besar. Kebutuhan itu kerap kali tanpa sadar tak terpenuhi sehingga terjadi kekurangan tiroid pada perempuan.

Tugas utama kelenjar tiroid ialah mengumpulkan yodium dari darah untuk diproduksi menjadi hormon tiroid. Tiroid berperan penting, antara lain dalam metabolisme lemak, protein, karbohidrat, dan pengaturan suhu tubuh.

Gejala kekurangan tiroid (hipotiroid), seperti lemah, lesu, sulit berpikir, dan keinginan tidur terus, sering tak disadari perempuan hamil. Gejala itu sering dikira bagian dari kehamilan.

Kekurangan tiroid juga berdampak pada janin. Tanpa disadari, bayi yang dilahirkan sudah mengalami hipotiroid. Bila terlambat ditangani, bayi hipotiroid akan mengalami gangguan perkembangan otak dan tumbuh kembang bersifat permanen.

Skrining kadar tiroid

Kepala Subdit Pengendalian Diabetes dan Penyakit Metabolik Kementerian Kesehatan Tjetjep Ali Akbar mengatakan, pemerintah berencana mulai melakukan penapisan kadar tiroid pada ibu hamil mulai tahun 2014.Penapisan dapat dengan pemeriksaan darah untuk melihat kadar TSH (thyroid- stimulating hormone).

”Sekarang baru uji coba di lima tempat, yakni Medan, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Semarang,” ujarnya. Para bidan juga sudah dilatih mengenali gejala ibu dan bayi baru lahir yang mengalami kekurangan tiroid.

Saat ini, sekitar 300 juta orang di dunia mengalami gangguan fungsi kelenjar tiroid dan lebih dari separuhnya tak menyadari kondisi mereka. Hari Tiroid Internasional setiap 25 Mei untuk meningkatkan kesadaran dan memasyarakatkan tentang pentingnya menjaga kesehatan kelenjar tiroid. (INE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.