Hindari Minuman Energi untuk Anak dan Remaja

Kompas.com - 31/05/2011, 07:07 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Mengakhiri perdebatan panjang tentang keamanaan minuman suplemen, para pakar dari American Academy of Pediatric mengeluarkan rekomendasi agar anak-anak dan remaja menghindari konsumsi minuman energi (energy drink) dan hanya mengonsumsi sport drink dalam jumlah minimum.

"Anak-anak tidak pernah butuh minuman berenergi. Minuman ini mengandung kafein dan kandungan stimulan yang tidak bernutrisi sehingga tidak diperlukan anak," kata Dr.Holly Benjamin dari Academy of Pediatric.

Anak-anak juga dianggap sebagai kelompok yang lebih beresiko pada kandungan yang ada dalam minuman energi. "Jika minuman ini dikonsumsi secara rutin bisa menyebabkan stres pada tubuh. Hal ini sangat berbahaya pada tubuh yang masih dalam masa pertumbuhan," paparnya.

Rekomendasi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics. Sebelumnya penelitian juga dilakukan pada minuman energi dan sport drink yang tidak mengandung stimulan.

Para ahli menegaskan, air putih merupakan minuman terbaik jika anak merasa haus. Minuman sport mungkin diperlukan oleh atlet muda yang berlatih keras karena minuman ini mengandung gula.

Akan tetapi pada anak pada umumnya yang aktivitas fisiknya berskala ringan sampai sedang, sport drink justru akan menyebabkan kegemukan.

Minuman energi mengandung campuran kandungan, termasuk vitamin dan ekstrak herbal, yang efek sampingnya belum diketahui. Benjamin menyebutkan, meski belum banyak dokumentasi tentang bahaya minuman ini, tetapi stimulan bisa mengganggu irama jantung dan memicu kejang, meski jarang.

Sebelumnya juga ditemukan kasus remaja 15 tahun yang dilarikan ke rumah sakit karena kejang setelah minum dua botol softdrink yang mengandung kafein. Bocah tersebut adalah penderita gangguan perilaku dan konsentrasi (ADHD) yang baru meminum obat ADHD yang mengandung stimulan. Tambahan kafein dari minuman tersebut diduga memicu kejang.

Awal tahun 2011, dalam jurnal Pediatric juga diulas literatur mengenai minuman energi. Disebutkan di Florida ditemukan kasus kejang, delusi, gangguan jantung, kerusakan ginjal dan liver pada orang yang minum satu botol atau lebih minuman energi non alkohol.

Akan tetapi karena kasus-kasus tersebut jarang dan tidak bisa disimpulkan disebabkan oleh minuman suplemen, pada saat itu para peneliti hanya menganjurkan agar minuman suplemen tidak dikonsumsi oleh anak-anak terutama dengan kondisi medis tertentu.

Di Amerika Serikat sendiri penjualan minuman energi non-alkohol tahun ini ditargetkan mencapai 9 miliar dollar Amerika, dengan target pasar separuhnya anak-anak dan remaja.

Produsen minuman suplemen sendiri mengklaim produk mereka akan meningkatkan performa fisik dan mental. Mereka juga menyatakan produknya hanya mengandung kafein 80 mg atau setara dengan secangkir kopi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.