Demam Tak Selalu Butuh Antibiotik

Kompas.com - 13/06/2011, 11:12 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengetahuan masyarakat tentang infeksi masih sangat terbatas. Sebagian masyarakat masih beranggapan, apabila tubuh demam itu pasti karena adanya infeksi dan membutuhkan antibiotik. Padahal sebenarnya tidak selalu demikian karena demam merupakan salah satu gejala dan merupakan reaksi tubuh biasa.

Menurut farmakolog dari Universitas Indonesia, dr Zunilda S Butami, MS, SpFK, tubuh memiliki kemampuan untuk bereaksi terhadap adanya gangguan. Reaksinya bisa sangat beragam, dan tidak serta-merta menunjukkan adanya suatu infeksi.

Dalam literatur medis disebutkan bahwa selain infeksi, tubuh juga dapat mengalami peradangan atau inflamasi sebagai reaksi terhadap alergen (zat asing), iritasi fisik, ataupun kimia, luka, dan juga infeksi.

Infeksi merupakan istilah yang digunakan ketika masuknya mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan jamur ke dalam tubuh. Infeksi tidak sama dengan inflamasi. Saat terjadi infeksi pasti timbul peradangan, tetapi kalau peradangan, belum tentu akibat infeksi.

Salah satu cara untuk memastikannya adalah observasi yang dilakukan oleh dokter. Dokter biasanya akan memberikan obat antiradang untuk inflamasi, sedangkan infeksi diobati dengan antibiotik (untuk bakteri). Pada kasus anak batuk pilek, misalnya, mungkin hanya terjadi peradangan di daerah tenggorokan akibat iritasi, jadi tak setiap radang membutuhkan antibiotik.

Menurut Zunilda, sebagian besar masalah kesehatan yang ada di masyarakat sebenarnya dapat diatasi sendiri. Namun, masyarakat juga perlu untuk dicerdaskan melalui edukasi yang tepat.

"Pengetahuan pasien dan masyarakat pada penyakit yang paling sering seperti diare dan demam, bisa berhenti sendiri tanpa harus pakai antibiotik. Flu sudah jelas virus, nggak perlu antibiotik. Flu tujuh hari juga enggak apa-apa, tidak usah pakai antibiotik," kata Zunilda, saat ditemui dalam seminar dan diskusi panel  "Resistensi Mikroba: Mengapa dan Apa yang Harus Kita Lakukan?" di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penggunaan antibiotik secara tidak rasional di masyarakat, lanjutnya, hanya akan menimbulkan resistensi kuman. Apabila hal ini tidak ditangani secara cepat dan tepat, dapat berakibat buruk dan menimbulkan beban yang lebih besar.

Zunilda menambahkan, banyak dokter yang tidak yakin terhadap hasil diagnosisnya sendiri. Seperti dalam kasus demam berdarah yang pasien biasanya akan mengalami kekurangan cairan dan yang dibutuhkan adalah infus, bukan antibiotik.

"Apakah diperlukan antibiotik? Ada infeksi kuman di mana? Saya menduga dia (dokter) tidak yakin dengan diagnosisnya. Dia tidak banyak membaca. Kalau banyak membaca, dia tahu bahwa sebagian besar anak dan dewasa demam 2-3 hari itu infeksi virus," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Health
Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Health
Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
Nyeri Payudara

Nyeri Payudara

Penyakit
6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

Health
Insomnia

Insomnia

Penyakit
10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

Health
Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.