Tanda Anak Berbakat Alergi

Kompas.com - 21/06/2011, 15:30 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Gejala alergi bisa muncul kapan saja setelah terjadi interaksi antara tubuh dengan pencetus alergi (alergen). Pada orang yang menderita alergi, sistem kekebalan tubuhnya memandang alergi sebagai benda asing. Kenali tanda-tanda anak berbakat alergi.

Menurut dr.Ari Muhandari Ardhie, Sp.KK, dokter di klinik kulit dan kelamin RS Anak & Bunda Harapan Kita, Jakarta, penyakit alergi hanya mengenai anak yang punya bakat alergi (atopik). Bakat alergi diturunkan salah seorang atau kedua orangtuanya.  "Sayangnya belum banyak orangtua yang paham anaknya memiliki bakat alergi," katanya.

Alergen atau pencetus alergi antara lain tungau debu rumah, binatang piaraan, debu, makanan laut, telur, serbuk bunga, susu sapi, serta kecoa. "Kotoran kecoa bisa menyebabkan asma," imbuhnya di sela acara Bunda Pintar Bunda Johnson yang diadakan Johnson & Johnson di sebuah mal di Jakarta akhir pekan lalu.

Alergi selama ini sering dikenali dari reaksi berupa ruam atau merah-merah di kulit, padahal, menurut dr.Ari ada tanda-tanda lain yang mudah untuk dikenali. Tanda-tanda tersebut muncul tergantung pada bagian tubuh yang bereaksi terhadap alergen.

"Jika bagian tubuh yang bereaksi organ paru maka gejalanya adalah anak menderita batuk atau asma. Pada hidung, gejalanya adalah bersin-bersin dan pilek terutama di pagi hari. Orang sering menyebutnya itu sinus, padahal disebabkan alergi," papar kepala bagian pendidikan dan pelatihan RSAB Harapan Kita ini.

Tanda-tanda lainnya adalah eksim atau iritasi di kulit. "Biasanya orang yang sering biduran, kaligata, luka gigitan nyamuk bekas hilang atau awam menyebutnya darah manis, serta lingkaran hitam di sekitar mata juga menjadi tanda seseorang berbakat alergi," katanya.

Menurut dr.Ari, pada umumnya alergi akan berkurang seiring dengan pertambahan usia bayi. "Makin tambah usianya, sistem imun tubuhnya semakin kuat sehingga reaksi alergi secara bertahap berkurang," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mencegah alergi, yang harus dilakukan adalah mengenali hal-hal yang memicu reaksi alergi lalu menghindarinya. Pada bayi, pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan juga disarankan untuk menghindari alergi serta meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Health
Kondrosarkoma

Kondrosarkoma

Penyakit
6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

Health
Rinitis Alergi

Rinitis Alergi

Penyakit
4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

Health
Palpitasi Jantung

Palpitasi Jantung

Penyakit
Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.