Bakteri Ini Bikin Gigi Berlubang

Kompas.com - 23/06/2011, 17:05 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com — Masalah gigi berlubang merupakan satu dari sekian banyak penyakit pada manusia yang sering terjadi. Namun, masih banyak yang menyadari bahwa lubang pada gigi umumnya terjadi karena adanya penularan bakteri yang disebut Streptococcus mutan.

Streptococcus mutan biasanya ditemukan pada rongga gigi manusia yang luka dan menjadi bakteri yang paling kondusif menyebabkan karies untuk email gigi.

"Kalau orang lahir tidak ada bakteri Streptococcus mutan, tapi biasanya ini ditularkan dari ibu, atau dari teman," ujar drg Anton Rahardjo, MKM, PhD, dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, di Jakarta, Kamis (23/6/2011).

Streptococcus mutan merupakan jenis yang paling banyak menyebabkan gigi berlubang di seluruh dunia dari semua Streptococcus oral lainnya. Bakteri ini bertahan hidup dari suatu kelompok karbohidrat yang berbeda. Saat gula dimetabolisme dengan sumber energi lainnya, mikroba menghasilkan asam yang menyebabkan rongga pada gigi.

Usia antara 11-33 bulan, menurut Anton, adalah masa yang rawan terjadinya penularan tersebut. Dengan demikian, apabila pada rentan usia tersebut seorang anak tidak tertular bakteri, ke depannya kecil kemungkinan mereka akan mengalami risiko gigi berlubang.

Penularan bakteri perusak gigi pada anak, lanjut Anton, paling sering disebabkan karena adanya kebiasaan masyarakat yang selama ini tidak pernah disadari. Misalnya, saat ibu memberikan anaknya makan, si ibu biasanya akan yang terlebih dahulu mencicipi apakah sudah dingin atau tidak. Selain itu, bisa juga karena orang tua yang sering menciumi anaknya, terutama di mulut.

"Ini yang menyebabkan bakteri pada ibu tadi tertular ke anak," singkatnya.

Anton memaparkan, gigi berlubang juga dapat berpengaruh pada perkembangan otak (kecerdasan) dan gizi seorang anak. "Ada penelitian di Filipina menemukan ada hubungan antara lubang gigi dengan indeks masa tubuh. Jadi, kalau banyak lubangnya cenderung kurus. Dan, gigi yang hilang juga ada hubungannya dengan intelektual," jelasnya.

Menurut Anton, saat ini banyak penelitian-penelitian yang mengarahkan kesehatan gigi dengan kualitas hidup seseorang. "Ketika gigi itu tumbuh, harus dijaga jangan sampai lubang. Dari kecil anak harus sudah sikat gigi. Gigi lubang ada tiga penyebabnya, karbohidrat, gigi, dan kuman. Kalau tiga-tiganya nempel maka jadi lubang," tandasnya.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X