Junk Food Merusak Sel-sel Otak

Kompas.com - 24/06/2011, 08:30 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Para ahli di Amerika Serikat kembali memperingatkan bahaya kebiasaan rutin menyantap makanan sampah atau junk food. 

Menurut riset terbaru, makanan dengan kandungan lemak tinggi, tetapi nilai gizi nol ini dapat merusak sel-sel dalam otak yang mengendalikan berat badan, dan memicu siklus obesitas. Temuan ini juga memberikan penjelasan mengapa orang yang kegemukan begitu sulit menurunkan berat badan.

Dalam penelitiannya, para ahli dari Universitas Washington memberikan tikus-tikus di laboratorium dengan jenis makanan yang mereka sebut dengan "diet lemak tinggi orang American". Hanya berselang tiga hari, tikus-tikus ini semakin rakus dan meningkatkan asupan kalorinya hingga dua kali lipat. 

Pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa tikus-tikus ini juga mengalami  inflamasi atau peradangan pada hipothalamus, bagian otak yang terdiri dari sel-sel saraf yang mengendalikan berat badan.  Peradangan ini sempat berhenti dalam beberapa hari, tetapi kemudian "kambuh" lagi setelah empat pekan kemudian.

Dr Joshua Thaler, pakar sekaligus peneliti dari Diabetes and Obesity Centre of Excellence di Universitas Washington di Seattle, menyatakan, para ahli juga mendeteksi adanya suatu respons pemulihan cedera otak yang disebut dengan gliosis.

"Gliosis dipertimbangkan sama dengan pemulihan luka pada otak dan secara khusus tampak pada kondisi cedera saraf, seperti stroke dan multiple sclerosis. Kami berspekulasi bahwa gliosis yang kami lihat mungkin sebagai respons proteksi yang gagal. Kami juga mendeteksi adanya kerusakan dan kehilangan yang nyata dari sel-sel saraf yang penting dalam mengendalikan berat badan," papar Thaler yang mempresentasikan risetnya dalam  pertemuan tahunan The Endocrine Society's ke-93 di Boston.

Ia menambahkan, cedera pada otak pada tikus-tikus kemungkinan merupakan konsekuensi dari konsumsi junk food berlebihan dan fakta ini memberi penjelasan mengapa menurunkan berat badan menjadi sangat sulit  bagi sebagian besar mereka yang obesitas. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.