Kanker Anak Sulit Dideteksi

Kompas.com - 08/07/2011, 08:56 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Dibandingkan dengan penyakit lain, kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi pada anak usia sekolah dan pra sekolah. Salah satu penyebabnya adalah kanker pada anak sukar untuk dideteksi. Hal ini mengakibatkan sebagian besar pasien dibawa berobat pada stadium lanjut.

Itu sebabnya penting bagi orangtua untuk selalu memeriksakan kesehatan anaknya ke dokter dan mewaspadai setiap gejala dan tanda yang tidak biasanya pada anak.

“Kuncinya kalau di anak bukan deteksi dini tetapi mengetahui gejala-gejalanya,” ujar dr. Edi Setiawan Tehuteru, SpA,  dari Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais, Jakarta yang ditemui Kamis (7/7).

Menurut Edi kanker pada orang dewasa dapat dideteksi, misalnya dengan cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk deteksi kanker payudara dan Pap Smear untuk deteksi dini kanker leher rahim.

Sedangkan pada kanker pada anak, yang terpenting diketahui orang tua adalah mewaspadai gejala yang tidak biasa pada anak, mengingat dari sekian banyak jenis kanker pada anak bahwa retinoblastoma (kanker mata) yang bisa dideteksi.

Penyebab kanker pada anak memang belum diketahui namun Edi menegaskan pola hidup dan makan yang sehat tetap harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Tujuannya memang bukan untuk mencegah kanker, tetapi untuk mencegah agar pada saat anak-anak menginjak dewasa, mereka dapat terhindar dari berbagai jenis kanker yang biasanya menyerang orang dewasa.

Paling banyak leukemia

Kanker yang paling umum terjadi di masa kanak-kanak adalah leukemia atau kanker darah. Boleh dikatakan hampir sepertiga dari kanker yang terjadi pada anak-anak adalah leukemia.

Penyakit ini biasanya terdiagnosis saat dilakukan pemeriksaan darah rutin yang menunjukkan hasil abnormal. Menurut Edi, gejala yang bisa terlihat pada penderita leukemia adalah kadar eritrosis darah yang rendah sehingga anak terlihat pucat.

Selain itu, anak sering mengalami demam tanpa diketahui penyebabnya akibat leukosit di dalam darah yang rendah atau terjadi perdarahan, dan bisa juga mimisan akibat kadar trombosit yang rendah.

“ Bila anak memiliki ketiga gejala ini, seorang anak bisa dicurigai terkena leukimia. Segera bawa anak ke dokter untuk mengkonfirmasi apakah benar gejala yang dialami itu dapat dikategorikan sebagai tanda-tanda leukimia,” imbuhnya.

Lebih lanjut Edi mengatakan, semakin cepat atau dini leukimia pada anak ditemukan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh. Jadi, penting bagi orang tua untuk mewaspadai gejala penyakit kanker pada anak sejak dini, khususnya leukimia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.