Tak Perlu Cemaskan Anak Terlambat Bicara

Kompas.com - 18/07/2011, 15:40 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Setiap kemajuan dalam tahap perkembangan anak tentu akan membawa suka cita bagi orang tuanya. Para orang tua seperti menemukan surga setelah melihat anaknya mulai bisa merangkak, berjalan atau pun mengoceh dan berkata-kata.

Sementara itu, ketika anak-anak mengalami keterlambatan perkembangan, para orang tua biasanya akan merasa sedikit cemas. Misalnya orang tua menjadi khawatir ketika sang buah hati tak juga kunjung mengeluarkan kata-kata pertamanya.

Sebagian orang tua biasanya menjadi panik saat menemukan anak-anaknya mengalami keterlambatan dalam hal berbicara dibandingkan anak lain seusianya.

Tetapi para ahli menyarankan, orang tua sebaiknya tak perlu terlalu takut dengan fenomena keterlambatan bicara pada anak-anak.  Studi para ahli dari Telethon Institute for Child Health Research University of Western Autralia di Perth menunjukkan bahwa keterlambatan perkembangan bicara tidak memiliki kaitan dengan gangguan perilaku atau masalah emosional di masa kanak-kanak. Studi ini adalah penelitian pertama yang mengamati perkembangan bahasa pada anak-anak berusia 2 tahun sampai mereka menginjak usia remaja.

Profesor Andrew Whitehouse, yang memimpin penelitian, menjelaskan bahwa  masalah-masalah psikologis hanya berlaku di awal masa kanak-kanak dan kemudian akan menghilang secara bertahap setelah menginjak remaja.

Dia menjelaskan, masalah psikologis tersebut muncul ketika anak-anak mengalami frustasi karena tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Para peneliti percaya bahwa sebagian besar anak yang terlambat bicara akan mengadopsi pembicaraan normal saat mereka mencapai usia sekolah. Dan pada tahap tersebut, masalah perilaku atau psikologis tidak lagi terlihat.

Dalam risetnya, para ahli melibatkan 1.387 anak, di mana 142 di antaranya mengalami terlambat berbicara dan 1.245 anak lainnya berkembang normal. Peneliti meminta orang tua ikut ambil bagian dalam Language Development Survey ketika anak-anak mereka berusia 2 tahun dan kemudian diminta mengisi survei lanjutan yang berlanjut sampai anak berusia 17.

Para peneliti menegaskan, tak ada risiko serius akibat terlambatbicara, tapi pada saat yang sama, mereka harus waspada orang tua harus konsultasi jika masalah ini masih tetap berkembang selama usia sekolah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.