Kaki Azka Lumpuh karena Penyakit Langka

Kompas.com - 28/07/2011, 14:23 WIB
EditorLaksono Hari W

BOGOR, KOMPAS.com - Sudah delapan hari Azka (4) tergolek lemah di ruang Perinatal Intensive Care Unit RS Azra Kota Bogor. Putra pasangan Anto (42) dan Rina (38), warga Bogor Timur, Kota Bogor, itu terserang penyakit saraf langka, yakni guillain barre syndrome (GBS), yang menyebabkan kelumpuhan.

Di usianya yang masih sangat muda, Azka harus menjalani hidup dengan berat. Untuk bernapas, ia harus dibantu ventilator. Penyakitnya disebabkan sistem auto immune yang menyerang saraf tepi itu sehingga paru-parunya tidak berfungsi. Serangan itu kemudian menyebabkan kelumpuhan dari kedua kaki dan menjalar naik ke atas.

"Hari ini (Kamis, 28/7/2011) sudah menunjukkan kemajuan walaupun masih sedikit. Ia bisa memberi respons melalui matanya," tutur Rina.

Hingga hari kedelapan, orangtua Azka sudah mengeluarkan uang lebih dari Rp 70 juta. Keluarganya sudah menggadaikan dan menjual harta benda mulai dari kendaraan hingga rumah.

Ayah Azka bekerja sebagai dosen di salah satu universitas swasta di Pekanbaru, Riau. Adapun ibunya pengelola RA Sakinah, setara taman kanak-kanak.

Menurut dr Dewi Gentari SpS, dokter spesialis saraf di RS Azra, kasus itu terbilang langka. Untuk perawatan, pasien diberi terapi dengan obat yang baru bisa dilihat efeknya enam pekan setelah diberikan kepada pasien.

Untuk pemulihan total, kata Dewi, perlu waktu bervariasi tergantung daya tahan tubuh pasien. Ada yang harus enam bulan berada di rumah sakit. Selama itu pula Anto dan Rina harus mencari uang untuk menutupi biaya rumah sakit.

"Kami masih terus berupaya. Dari pemerintah sudah ada perhatian datang ke sini, tetapi kalau bantuan riil belum," tutur Rina yang harus menanti selama sembilan tahun sebelum dikaruniai putra tunggalnya tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.