Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Biarkan Penderita Jantung Sendirian

Kompas.com - 05/08/2011, 10:57 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com – Bila Anda memiliki anggota keluarga, saudara, kerabat atau teman yang pernah mengalami serangan jantung, jangan biarkan mereka hidup sendiri tanpa dukungan sosial.  Pasalnya, hidup tanpa dukungan akan membunuh mereka secara perlahan.

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology menyatakan, orang yang pernah mengalami serangan jantung kemudian hidup sendiri mempunyai risiko kematian lebih tinggi dalam jangka empat tahun ke depan.  

Penelitian itu mengungkapkan, satu tahun pascaserangan jantung, risiko kematian hampir sama dengan orang yang tinggal sendirian. Tetapi setelah empat tahun, risiko kematian naik menjadi 35 persen lebih tinggi, untuk mereka yang menderita sakit jantung namun hidup sendiri.

"Dukungan sosial harus menjadi pertimbangan penting pasca seseorang mengalami serangan jantung," kata Emily M. Bucholz, peneliti sekaligus mahasiswa di Yale School of Medicine.

Fakta lainya mengungkapkan, pasien yang tidak mendapatkan dukungan di dalam keluarga, kualitas hidupnya akan turun secara signifikan hanya dalam waktu satu tahun pasca terjadinya serangan jantung.

Meskipun begitu, penelitian ini belum dapat membuktikan bagaimana hubungannya antara orang yang hidup sendiri pasca mengalami serangan jantung dengan risiko kematian lebih cepat. Peneliti dalam hal ini tidak menjelaskan perbedaan antara orang yang hidup sendiri dengan mereka yang tinggal bersama orang lain, dilihat dari jenis kelamin, ras, status perkawinan dan kepemilikan hewan peliharaan.

"Itu penting. Karena perbedaan-perbedaan tersebut dapat mempengaruhi kesehatan dan risiko kematian," kata Dr Sharonne Hayes, seorang ahli jantung Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, Amerika Serikat.

"Ada perbedaan mendasar antara mereka yang hidup sendirian dan mereka yang tidak. Ini ibarat membandingkan apel dengan jeruk," kata Hayes, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Hayes mengatakan, hampir sepertiga dari subyek penelitian tersebut memperlihatkan, mereka (pasien sakit jantung) yang hidup bersama orang lain memiliki berat dan tinggi badan yang sehat, dibandingkan dengan mereka yang tinggal sendirian. Sementara, orang yang hidup sendiri juga cenderung lebih tua dan dua kali lebih mungkin untuk menjadi perokok.

Bahkan setelah memperhitungkan faktor lainnya, para peneliti menemukan peningkatan risiko kematian dalam waktu empat tahun kedepan pasca terjadinya serangan jantung pada mereka yang tinggal sendirian. "Penelitian ini menegaskan bahwa ada perbedaan antara orang-orang hidup sendiri dan tidak," kata Hayes.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+