Penting, Menabung Tidur Sebelum Mudik!

Kompas.com - 23/08/2011, 09:31 WIB
EditorAsep Candra

Setelah beberapa waktu, tangan kita berulang kali mengusap-usap mata yang mulai terasa penat. Tanpa sadar, kepala juga mulai terantuk-antuk. Tawaran rekan seperjalanan untuk menggantikan ditolak setelah menenggak lebih banyak kopi. Bahaya semakin mengintai karena tanpa sadar kita sudah masuk dalam periode tidur mikro yang ditandai antukan kepala. Untunglah ajakan rekan untuk bergantian telah membangunkan kita. Dosis kafein dalam darah yang ditingkatkan, sekali lagi, dipercaya sebagai penopang kesadaran.

Setelah beberapa waktu, tiba-tiba kita tersadar telah mendekati tujuan tanpa ingat perjalanan yang telah kita lalui selama 10-15 menit terakhir. Seolah sadar dari lamunan, kita meneruskan perjalanan dengan tenang. Apa yang terjadi? Sebenarnya, saat berkendara dengan kantuk, ada sebuah mekanisme otomatis yang membimbing kita melalui perjalanan jika tertidur. Jadi, kita telah tertidur dengan mata terbuka! Selama 10-15 menit itu, kesadaran kita tertidur dan tubuh bergerak secara otomatis. Sekali lagi, Yang Maha Kuasa menyelamatkan kita dari maut. Pada saat-saat seperti itu kita masih dapat berkendara tanpa sadar, tetapi kemampuan untuk bereaksi terhadap kemungkinan kecelakaan adalah nol!

Lebaran dan perjalanan pulang

Setelah tiba di tujuan, kegembiraan dan kebahagiaan berjumpa dengan keluarga benar-benar menghilangkan lelah dan kantuk. Semua episode penuh bahaya yang baru saja dilalui sama sekali jauh dari benak kita. Kita pun terlarut dalam kesibukan baru menyiapkan perayaan hari kemenangan.

Kampung halaman penuh dengan hari-hari bahagia yang sibuk dan ramai. Tak jarang kita bercengkerama hingga larut malam untuk memuaskan rasa kangen. Pada siang hari, kita berkeliling untuk bersilaturahim dengan para kerabat. Tanpa disadari, kita menumpuk utang tidur tanpa sempat membayarnya.

Setelah beberapa hari, kita bersiap-siap untuk kembali ke Ibu Kota. Waktu perjalanan dipilih siang hari karena tubuh masih terasa lelah. Pagi hari, sedikit kantuk masih terasa, tetapi masih dapat diatasi, lalu kita berangkat pulang. Dengan kelelahan hari raya dan utang tidur yang menumpuk, sebenarnya kita mengulangi perjalanan penuh bahaya seperti waktu berangkat. Walaupun perjalanan kita lalui pada siang hari, kantuk tetap menyerang dengan intensitas yang sama. Oleh sebab itu, istirahat yang cukup sebelum perjalanan pulang juga sama pentingnya.

Ada hal penting yang benar-benar harus dicamkan. Kecelakaan disebabkan kantuk masih sering terjadi walaupun peringatan untuk beristirahat sudah dicanangkan di spanduk-spanduk besar di sepanjang jalur mudik. Kenapa? Kecelakaan kerap terjadi karena pengendara tidak tahu kapan harus beristirahat.

Pengendara sering kali menganggap dirinya masih terjaga penuh dan tidak tahu bahwa kantuk sudah membahayakan diri dan penumpang yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk itu, ingat-ingat dan kenalilah tanda-tanda kantuk yang dapat membahayakan.

Kenali juga gangguan-gangguan tidur yang menyebabkan kantuk berlebih, bukan saja insomnia. Rasa kantuk yang datang tidak pada waktunya justru lebih berbahaya. Tanyakan kepada keluarga tentang tidur Anda. Bagaimana kondisi tidur? Apakah gelisah? Apakah kaki suka bergerak-gerak? Apakah mendengkur? Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, berkonsultasilah dengan dokter Anda atau klinik gangguan tidur terdekat.

Akhir kata, dengan pengetahuan akan bahaya kantuk terhadap keselamatan berkendara, saya harap kita semua dapat lebih memperhatikan kesehatan tidur. Tabung tidur dari sekarang sehingga perjalanan mudik menjadi lebih aman dan membahagiakan bagi Anda serta seluruh keluarga.

Halaman:
Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.