Antibiotik dan Kekebalan Tubuh Anak

Kompas.com - 27/08/2011, 10:08 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Ulasan mengenai pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional untuk anak sudah sering dibahas. Tetapi efek samping yang baru diketahui hanyalah sebatas efek resistensi kuman. Padahal, penggunaan antibiotik secara berlebihan dapat memicu timbulnya penyakit kronik.

"Penggunaan antibiotik yang tidak rasional diduga menjadi pemicu banyaknya kasus penyakit obesitas, diabetes tipe 1, alergi dan asma, yang kini jumlahnya naik dua kali lipat," kata Martin Blaser, profesor mikrobiologi dari New York University Langone Medical Center, AS.

Manusia juga sering disebut meta-organisme, karena banyaknya jumlah dan volume mikroba yang hidup dalam tubuh kita. Mereka hidup di usus, kulit, bahkan pusar.

Penelitian menunjukkan mikroba tersebut banyak yang memberi manfaat kesehatan, misalnya membantu tubuh mendapatkan vitamin K, energi, dan mencegah timbulnya penyakit autoimun.

Sementara itu antibiotik yang berasal dari kata anti dan bios (hidup, kehidupan), berarti suatu zat yang bisa membunuh dan melemahkan suatu makhluk hidup, yakni mikro-organisme seperti bakteri, parasit, atau jamur. Namun ia tidak membunuh virus.

Antibiotik memang obat ajaib dan ia telah berjasa meningkatkan usia harapan hidup manusia. Sayangnya dokter kerap dengan mudahnya meresepkan antibiotik, termasuk untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus.

Blasser yang puluhan tahun meneliti bakteri menemukan, penggunaan antibiotik yang tidak rasional memberi dampak lebih besar tapi kurang disadari, yakni mengubah komunitas mikroba dalam tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dugaan itu diperkuat oleh penelitian tahun 2010 yang menemukan antiotik menyebabkan perubahan populasi mikroba di usus secara drastis dan tidak akan pernah bisa kembali menjadi normal. Riset lain menunjukkan antibiotik menyebabkan timbulnya bakteri super dalam tubuh yang bisa bertahan sampai 3 tahun.

Menurut Blesser, di abad 21 ini, bakteri yang selama ini sudah hidup di usus manusia ribuan tahun lalu kini jumlahnya kurang dari 6 persen. Penelitian itu dilakukan pada anak-anak di negara maju seperti AS, Swedia dan Jerman.

Penelitian menunjukkan penggunaan amoxilin, bisa menghilangkan 20-50 persen bakteri H.pylori. Efeknya, kanker usus kini jarang ditemukan. Tetapi penyakit seperti kanker esofagus dan refluks meningkat drastis.

"Hal itu ada kaitannya dengan berkurangnya bakteri H.pylori yang sebenarnya melindungi esofagus. Terganggunya keseimbangan bakteri ini juga menyebabkan seseorang lebih mudah terkena asma dan alergi," katanya.

Wanita yang lahir di tahun 1940-an populasi bakteri di tubuhnya masih normal karena pada saat itu baru dikenal dua jenis antibiotik. Jika mereka punya anak perempuan, kemungkinan jumlah bakteri baiknya sedikit berkurang, namun pada cucu dan cicitnya, jumlahnya semakin berkurang lagi.

"Setiap generasi memiliki jumlah bakteri yang makin sedikit. Saya tidak menyarankan agar bersikap anti pada antibiotik tetapi dokter seharusnya bersikap bijaksana dengan melihat manfaat dan kerugian dari peresepan antibiotik," katanya.

 


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Listeriosis

Listeriosis

Penyakit
Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Health
Purpura Trombositopenia Idiopatik

Purpura Trombositopenia Idiopatik

Penyakit
4 Cara Mengatasi Pendarahan Otak

4 Cara Mengatasi Pendarahan Otak

Health
10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar secara Alami dan Medis

10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar secara Alami dan Medis

Health
Konstipasi

Konstipasi

Penyakit
Pendarahan Otak, Apa Bisa Sembuh?

Pendarahan Otak, Apa Bisa Sembuh?

Health
Hookworm Infection

Hookworm Infection

Penyakit
Kenali Apa itu Rosacea, Ciri-ciri, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Rosacea, Ciri-ciri, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Faringitis

Faringitis

Penyakit
7 Gejala Awal Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

7 Gejala Awal Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

Health
Sakit Perut

Sakit Perut

Penyakit
6 Kebiasaan yang Dapat Menurunkan Imun Tubuh

6 Kebiasaan yang Dapat Menurunkan Imun Tubuh

Health
Pipi Bengkak

Pipi Bengkak

Penyakit
Mengenal Gejala Anemia saat Hamil

Mengenal Gejala Anemia saat Hamil

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.