Kulit Perokok Lebih Cepat Keriput

Kompas.com - 29/08/2011, 10:13 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com Ribuan bahan kimia yang terdapat dalam asap rokok tidak hanya mendatangkan berbagai masalah kesehatan, tetapi juga membuat penampilan tampak lebih tua dari usia Anda sebenarnya. Merokok bukan cuma merusak kulit, melainkan juga gigi dan rambut.

Penelitian terhadap efek rokok pada kulit telah banyak dilakukan. Beberapa di antaranya membandingkan penampilan dua orang kembar, yang satu perokok berat selama bertahun-tahun dan saudaranya tidak. Hasilnya sangat jelas, perokok terlihat 10 tahun lebih tua akibat keriput-keriput yang didapatnya dari kebiasaan merokok.

Menurut ahli kulit dari Universitas Miami, AS, Jonette Keri, MD, asap rokok akan membuat kulit kekurangan oksigen dan nutrisi. Itu sebabnya kulit perokok biasanya terlihat lebih pucat atau warna kulitnya tidak merata. "Pada perokok, pigmen kulit yang tidak merata itu lebih cepat munculnya," katanya.

Seperti diketahui, asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia termasuk racun. Dari tiap isapan, zat-zat itu juga akan merusak kolagen dan elastin yang memberi kulit kekenyalan dan elastisitasnya. Akibatnya, kulit perokok terlihat kendur dan keriputnya lebih dalam.

Asap rokok bukan hanya merusak penampilan kulit wajah, melainkan juga kulit lain di bagian tubuh. "Ketika elastisitas kulit berkurang, ia menjadi tidak kencang lagi, termasuk di bagian lengan dalam dan payudara. Malah rokok adalah penyebab utama payudara lebih cepat kendur," katanya.

Bagian kulit wajah yang paling nyata terkena dampak rokok adalah area di sekitar mulut. "Saat merokok, kita menggunakan otot tertentu di sekitar bibir sehingga menyebabkan keriput dinamis. Selain itu, karena elastisitas kulit berkurang, akan lebih terlihat garis yang dalam di sekitar bibir," paparnya.

Dampak lainnya adalah munculnya vlek-vlek hitam di sekitar wajah. Pada umumnya vlek hitam ini muncul akibat paparan sinar matahari yang terlalu sering. Tetapi, pada perokok yang jarang berjemur pun vlek ini akan muncul.

Selain kulit, mengisap rokok juga menyebabkan warna gigi berubah menjadi kekuningan, napas berbau, dan masalah lain yang berkaitan dengan kebersihan. Para perokok juga berisiko dua kali lebih besar untuk mengalami gigi tanggal dibanding dengan bukan perokok.

Efek lanjutan dari asap rokok adalah penipisan rambut yang lebih cepat. Penelitian di Taiwan menunjukkan, pria perokok di Asia memiliki risiko lebih besar mengalami kebotakan khas pria, yakni botak di bagian tengah kepala atau di bagian dahi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.