Penyakit Jantung Bawaan Tak Murni Faktor Genetik

Kompas.com - 22/09/2011, 11:35 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada berbagai macam faktor pencetus sakit jantung, dimana umumnya disebabkan karena gaya hidup yang buruk, seperti merokok, konsumsi makanan berlemak, dan malas berolahraga. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, faktor genetik juga turut berperan sebagai pencetus utama seseorang dengan sakit jantung.

Dr. Dewi Andang Joesoef, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) memaparkan, penyakit jantung bawaan sebenarnya sangat jarang disebabkan murni karena faktor genetik, melainkan lebih karena faktor lain yang tanpa disadari berkontribusi menyumbang perkembangan ke arah penyakit jantung.

"Sakit jantung bawaan sangat jarang karena genetik, tetapi biasanya karena pengaruh obat. Misalnya, pada usia kandungan di bawah empat bulan yang ibunya minum obat-obat sembarangan. Sehingga waktu pembentukan janin, khusus untuk jantung, nanti ada yang sekatnya bolong dan klepnya tidak terbentuk," ucapnya, acara kegiatan temu jurnalis menyambut Hari Jantung Sedunia, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Penyakit jantung bawaan atau biasa disebut congenital heart disease adalah suatu kelainan formasi dari jantung atau pembuluh besar dekat jantung. Penyakit jantung congenital adalah bentuk yang paling sering dijumpai pada kerusakan utama pada kelahiran bayi-bayi, memengaruhi hampir 1% dari bayi-bayi baru lahir (8 dari 1.000).

Konsumsi jamu-jamu saat usia kehamilan di bawah 4 (empat) bulan menurut Dewi juga memainkan peran penting dalam mencetuskan penyakit jantung bawaan. "Kalau usia kandungan sudah lewat 4 bulan, cenderung lebih aman. Karena pembentukan organ tubuh pada janin empat bulan," imbuhya.

Sementara itu, Dr. Budi Setyanto, SpJP, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, memaparkan, kebanyakan kelainan jantung bawaan akan memerlukan pembedahan atau prosedur intervesional guna memperbaiki masalah yang ada. Seringkali anak-anak dengan penyakit jantung bawaan juga akan memerlukan pengobatan guna memperbaiki fungsi jantung.

"Biasanya kalau sudah dilakukan pembedahan, gejala paling umum seperti batuk-batuk akan hilang. Dan mereka akan kembali normal sama seperti orang sehat pada umumnya," ucapnya.

Terdapat beberapa penyakit jantung bawaan yang dapat terdeteksi dan diobati sejak bayi. Kebanyakan adalah bentuk hubungan abnormal di antara vena-vena, dan arteri-arteri pada jantung, dan arteri yang lebih besar (seperti arteri pulmonaris dan aorta).

Kelainan ini bisa menyebabkan, darah yang "miskin" oksigen yang seharusnya menuju ke paru guna mengambil oksigen, justru mengarah ke seluruh tubuh, sehingga dapat menyebabkan gagal jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.