Perceraian Memicu Rambut Rontok

Kompas.com - 22/09/2011, 15:13 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Rasa sedih berkepanjangan setelah perceraian bukan hanya berdampak pada psikologis tetapi juga penampilan, salah satunya adalah kesehatan rambut. Penelitian mengungkap, selain faktor genetik hal yang paling berpengaruh pada kerontokan rambut wanita adalah status pernikahannya.

Wanita yang kehilangan pasangannya, baik karena kematian atau perceraian, lebih beresiko tinggi menderita kerontokan rambut dibandingkan wanita yang masih melajang.

"Penyebab utama sebenarnya adalah stres akibat rasa kehilangan itu," kata Dr.Bahman Guyuron, ahli bedah plastik dari Case Western Reserve School of Medicine yang melakukan riset ini.

Dalam penelitiannya ia melibatkan 84 wanita kembar identik. Mereka semua diminta mengisi daftar pertanyaan kemudian tes darah untuk menguji level hormon dan foto analisis rambut. Riset pada kembar identik sangat penting karena mereka membawa gen yang sama.

Pada rambut dekat area pelipis, tim peneliti menemukan makin lama seorang wanita punya kebiasaan merokok, makin banyak kerontokannya. Sementara itu penipisan rambut di area koronal (dekat puncak kepala) lebih terkait dengan diabetes, ada tidaknya riwayat penyakit kulit, serta riwayat merokok. Sementara itu wanita yang gemuk cenderung lebih sedikit kerontokan rambutnya.

Guyuron menjelaskan, hasil riset ini juga mengindikasikan bahwa kondisi rambut seseorang juga dipengaruhi oleh pola tidur dan kondisi emosional. Mereka yang lebih stres, seperti punya banyak anak atau bercerai dengan pasangannya, rambutnya cenderung lebih rontok.

Sementara itu wanita yang pernikahannya bahagia, melindungi rambutnya dari sinar matahari, serta rutin minum kopi, memiliki risiko rambut rontok lebih rendah.

Penelitian lain dilakukan pada partisipan pria. Hasilnya diketahui pria yang jarang berolahraga dan menderita tekanan darah tinggi lebih sering menderita kerontokan rambut di bagian puncak kepala. Pria yang sering berolahraga di luar ruangan juga lebih rentan menderita rambut rontok.

"Pada intinya adalah bagaimana kita mengelola stres yang dirasakan karena pikiran dan kondisi tubuh memiliki hubungan yang kuat," kata Guyuron.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.