Kecemasan dan Depresi Capai 11,6 Persen

Kompas.com - 29/09/2011, 07:02 WIB
EditorLusia Kus Anna

Jakarta, Kompas - Federasi Dunia untuk Kesehatan Jiwa tahun 2011 mencanangkan seruan untuk mendorong investasi di bidang kesehatan jiwa. Di Indonesia, masalah gangguan kesehatan jiwa berupa gangguan kecemasan dan depresi pada orang dewasa secara nasional mencapai 11,6 persen. Investasi di bidang kesehatan jiwa diperlukan untuk menekan prevalensi.

”Populasi orang dewasa mencapai sekitar 150 juta. Dengan demikian ada 1.740.000 orang di Indonesia yang mengalami gangguan mental emosional,” kata Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Supriyantoro, Rabu (28/9), pada seminar dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Jakarta.

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) diperingati setiap 10 Oktober. Seminar dengan tema ”Keluarga dan Anak: Investasi Sumber Daya Manusia dengan Mental Berkualitas” itu, mengawali peringatan HKJS tahun ini.

Menurut Supriyantoro, berinvestasi sumber daya manusia di antaranya dimaknai dengan kegiatan prevensi dan promosi kesehatan jiwa bagi kelompok anak dan remaja untuk beradaptasi terhadap tekanan dan konflik yang berlangsung sehari-hari. Tantangan yang harus dihadapi, antara lain, faktor ekonomi dan disfungsi komunikasi di tengah keluarga yang makin meningkatkan masalah psikososial.

”Masyarakat membutuhkan pemahaman masalah psikososial yang dihadapi anak dan remaja, serta mengetahui berbagai kelainan atau gangguan mental yang bisa terjadi pada anak dan remaja,” kata Supriyantoro.

Supriyantoro menyambut program pelayanan informasi yang saat ini diupayakan melalui hotline kesehatan jiwa yang akan dikembangkan oleh 26 rumah sakit jiwa di Indonesia.

Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kemenkes Irmansyah mengatakan, dalam rangka peringatan HKJS tahun 2011 diselenggarakan Konferensi Nasional Kebijakan Kesehatan Jiwa yang pertama, sekaligus sebagai Konferensi Nasional Psikiatri Komunitas II, 7-9 Oktober nanti. Pada waktu bersamaan, pada 8-9 Oktober diselenggarakan Jambore Kesehatan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi, Bogor.

”Tujuan khusus peringatan HKJS tahun ini antara lain meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap orang dengan masalah kejiwaan sehingga dapat kembali hidup normal dan produktif di tengah masyarakat,” kata Irmansyah.

Ratih Ibrahim, psikolog dan pengelola lembaga konsultasi kesehatan jiwa, dalam presentasinya, mengemukakan pentingnya menumbuhkan sikap dan sifat orangtua yang baik. Orangtua, disebutkan Ratih, merupakan model bagi anak, sebagai contoh yang hidup, contoh pertama, dan contoh utama bagi anak. ”Penting diterapkan konsep 5K, yaitu kasih, konsekuen, konsisten, kompak, dan kompromi,” kata dia.

Pembicara lain, Esther Utomo, dari Pusat Laboratorium Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), memaparkan persoalan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba). (NAW)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.