Cegah Penyakit dengan Seimbangkan Asam Lemak

Kompas.com - 29/09/2011, 17:12 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Tubuh manusia memerlukan asam lemak esensial (Essential Fatty Acids/EFA) untuk kesempurnaan seluruh fungsi sel hidup. Asam lemak esensial tidak diproduksi oleh tubuh, namun diperoleh melalui asupan makanan atau diet sehari-hari.

Dari sekian banyak jenis EFA yang dibutuhkan, yang paling sering disorot adalah asam lemak tak jenuh atau polyunsaturated fatty acids (PUFA). Asam lemak tak jenuh ganda ini dikenal sangat bermanfaat bagi proses kecerdasan, penglihatan, dan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, juga dapat membantu mengatasi masalah aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah) dan penyakit jantung koroner.

Omega-3 dan omega-6 adalah dua jenis asam lemak tak jenuh ganda yang harus dikonsumsi dalam diet sehari-hari. Sumber terbaik dari omega-3 adalah minyak ikan, biji flax atau pun walnut.  Sedangkan omega-6 dapat diperoleh dari telur, daging minyak tumbuhan, margarin, jagung dan bunga matahari.

Meskipun kedua jenis asam lemak ini sangat berarti bagi tubuh dan saling bersinergi. Tetapi, menjaga agar kadarnya tetap ideal sangatlah penting agar tubuh terhindar dari risiko penyakit.

Faktanya, menurut Christopher Mohr Ph.D, pakar nutrisi dan kebugaran dari Nordic Naturals Amerika Serikat, saat ini kebanyakan orang di dunia  kelebihan omega-6, tetapi justru kekurangan omega-3.  Padahal, kelebihan omega-6 justru dapat merugikan karena meningkatkan risiko beragam penyakit.

"Omega-6 juga penting bagi tubuh manusia, tetapi kita bisa dengan mudah mendapatkannya dari diet sehari-hari. Banyak orang di dunia saat ini yang kelebihan omega-6, tetapi justru kekurangan omega-3 di dalam tubuhnya," ujar Mohr dalam diskusi bertajuk "Pentingnya Asam Lemak Esensial Omega-3 bagi Kesehatan Manusia" di Jakarta, Kamis (29/9/2011).

Dalam cara diskusi sekaligus perkenalan produk suplemen tersebut, Mohr menyatakan bahwa kelebihan omega-6 dalam tubuh tidak terlepas dari perubahan pola makan dan diet di masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada salah satu materi diungkapkan bahwa di Indonesia pun ada kenaikan konsumsi makanan hasil pemrosesan (processed food) dan makanan dari penjual yang kemungkinan besar melonjakkan tingkat omega-6. Fakta ini terjadi di negara-negara berkembang dan ketidakseimbangan terbesar antara omega 3 dan 6  dapat dilihat dari budaya konsumsi makanan tipe Barat.

Bukan rahasia lagi kalau makanan hasil pemrosesan seperti fast food kini menjadi kegemaran masyarakat di Tanah Air. Makanan-makanan ini dimasak dalam minyak yang mengandung asam lemak omega-6. Menu seperti french fries, fried chicken, dan burger menjadi sangat populer dan bisa dikonsumsi setiap hari.

Berbagai literatur menyebutkan, tubuh manusia tidak dirancang untuk mengonsumsi banyak omega-6 karena bila terlalu tinggi kadarnya dalam tubuh dapat meningkatkan risiko beragam penyakit seperti asma, kebutaan, kebutaan, penyakit jantung dan kanker.

Untuk itu, kata Mohr, menjaga supaya kadar omega-3 dalam tubuh lebih tinggi dibandingkan omega-6 menjadi sangat penting bagi kesehatan secara umum. Upaya itu dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan makanan yang tinggi kadar omega-3, atau pun dengan cara mengonsumsi suplemen minyak ikan.

Masyarakat Internasional untuk penelitian Asam Lemak dan Lipid (ISSFAL) menganjurkan asupan 500 mg asam lemak omega-3 setiap hari. Sedangkan Asosiasi Jantung Amerika Serikat merekomendasikan 500 hingga 1000 mg asupan omega-3 setiap hari.   

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hiperkalemia

Hiperkalemia

Penyakit
Selin Mual dan Muntah, Ini 4 Tanda Awal Kehamilan

Selin Mual dan Muntah, Ini 4 Tanda Awal Kehamilan

Health
Sindrom Albright

Sindrom Albright

Health
4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

Health
13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

Health
Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.