Ketika Jantung Dipasangi "Cincin"

Kompas.com - 13/10/2011, 13:22 WIB
EditorLusia Kus Anna

"Terlepas apa yang sebenarnya terjadi pada Pak SBY, saya hanya menyampaikan beberapa tokoh-tokoh dunia baik sedang aktif memimpin negara maupun sudah tidak menjabat mengalami permasalahan dengan jantungnya, misalnya Bill Clinton yang pernah menjalani operasi bypass juga Dick Chenney saat menjadi Wapres AS pernah melakukan PTCA juga," imbuhnya.

Prosedurnya

Prosedur PTCA atau PCI dilakukan dengan menyuntikkan anestesi ke pangkal lengan atau pangkal paha dalam. Setelah itu dokter memasukkan selang kecil yang lentur (kateter) sebagai pemandu ke dalam tungkai atau lengan. Dibantu gambar pada monitor, dokter memandu kateter menuju arteri yang tersumbat atau menyempit dalam jantung.

Selanjutnya, kateter kedua yang lebih sempit dengan balon atau stent pada ujungnya dimasukkan melalui kateter pertama. Ketika ujung kateter kedua itu mencapai sumbatan di dalam arteri koroner, balon kemudian ditiupkan untuk memperlebar bagian yang menyempit.

Stent atau cincin yang dipasang di arteri terbuat dari jalinan tabung logam kecil yang akan bekerja sebagai penopang untuk menjaga agar pembuluh darah tetap terbuka. Diharapkan pelebaran ini bisa permanen.

Dalam buku Mayo Clinic disebutkan keseluruhan prosedur pemasangan stent atau balonisasi berlangsung selama 30 menit sampai dua jam.

Menurut Ari, sebenarnya tidak ada salahnya jika pemberitaan mengenai sakitnya tokoh dunia disampaikan kepada publik. "Apalagi jika tindakan tersebut berhasil akan menambah kepercayaan masyarakat atas tim dokter dalam negeri yang telah melakukan tindakan tersebut," ujarnya.

Namun, ditambahkan olehnya diumumkan atau tidak kondisi kesehatan seseorang adalah hak pasien dan menjadi rahasia kedokteran bagi tim dokter yang merawat pasien tersebut.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.