Pola Makan agar Sperma Lincah

Kompas.com - 29/10/2011, 17:36 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Kuantitas dan kelincahan sperma adalah hal penting bagi syarat kesuburan seorang lelaki. Apalagi bagi mereka yang ingin memiliki keturunan, sperma yang berenang cepat dan jumlahnya banyak adalah salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi.

Melalui studi terbaru, para ahli menganjurkan, untuk memenuhi dua syarat itu, setiap pria harus menjaga pola dietnya. Kebiasaan pola makan buruk seperti mengonsumsi makanan berlemak justru dapat mengacaukan kesuburan.  

Hasil studi menunjukkan, pria dengan kadar asupan asam lemak trans paling rendah memiliki rata-rata konsentrasi sperma hingga dua kali lipat dibandingkan dengan pria lainnya. Pria dengan pola diet sehat ini memiliki rata-rata 79 juta sperma per mililiter, sedangkan mereka yang kadar lemak transnya tinggi cuma 48 juta per mL.

Peneliti yang menulis riset ini, Audrey Gaskins PhD dari Harvard School of Public Health, menjelaskan, lemak trans yang terakumulasi di dalam tubuh  kemungkinan mendesak dan membunuh sel-sel sperma secara perlahan.

Dalam sebuah riset lainnya, para ahli juga memeriksa kualitas semen 188 mahasiswa. Hasilnya menunjukkan, mahasiswa yang menjalani pola makan sehat seperti mengonsumsi buah-buahan, sayuran, gandum utuh, ikan, dan polong-polongan memiliki motilitas (kecepatan gerak sperma menuju sel telur) yang lebih baik ketimbang mahasiswa yang dietnya kurang sehat seperti mengonsumsi fast food atau mengemil pizza. Mahasiswa kategori sehat ini  rata-rata motilitasnya 7 persen lebih tinggi dibandingkan dengan rekannya yang dietnya kurang sehat.

"Diet sehat dengan lebih banyak makanan dari tumbuh-tumbuhan cenderung mengandung antioksidan lebih tinggi. Stres oksidatif dapat melemahkan sperma, tetapi mengonsumsi makanan yang  antioksidannya tinggi dapat menjaga kualitas semen,” jelas Gaskins.

Cara termudah untuk memperbaiki pola diet, lanjut Gaskins, adalah dengan mulai meninggalkan konsumsi makanan siap saji yang cenderung tinggi kandungan lemak trans, tetapi rendah antioksidan. Untuk menambah asupan antioksidan, perbanyaklah konsumsi buah dan sayur dan menerapkan pola diet Mediteranian yang kaya minyak ikan dan minyak zaitun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Psikopat

Psikopat

Penyakit
7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.