Depresi Hambat Upaya Terapi Kanker Payudara

Kompas.com - 04/11/2011, 08:53 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Data American Cancer Society menunjukkan, lebih dari 230.000 perempuan tahun ini didiagnosis terkena kanker payudara dan sekitar 40.000 di antaranya diprediksi tidak mampu bertahan bertarung dengan kanker ganas tersebut.

Penelitian terbaru para ahli dari University of Missouri menunjukkan, faktor-faktor tertentu seperti status perkawinan, anak, tingkat pendapatan dan usia turut mempengaruhi kemungkinan timbulnya depresi pada survivor kanker payudara. Menurut peneliti, masalah depresi pada survivor kanker payudara cenderung akan membuat mereka tidak mematuhi terapi pengobatan yang berdampak pada terhambatnya kemajuan penyembuhan.

Ann Bettencourt, profesor ilmu psikologi di University of Missouri , telah mempelajari kelompok mana yang paling mungkin untuk mengalami gejala depresi. Ia menemukan bukti bahwa perempuan lajang dan ibu rumah tangga lebih mungkin mengalami depresi selama menjalani serangkaian upaya pengobatan .

"Banyak perempuan mendapatkan dukungan kuat ketika mereka didiagnosis kanker payudara dan menjalani pengobatan untuk kanker. Tapi kemudian dukungan sosial tersebut memudar," kata Bettencourt.

Ia menambahkan, "temuan kami menunjukkan bahwa baik perempuan lajang dan ibu dengan anak-anak di rumah mungkin memerlukan dukungan tambahan sepanjang tahun untuk dapat menjalani pengobatan."

Dalam risetnya, Bettencourt juga menghubungkan tingkat depresi dengan pendapatan dan faktor usia. Perempuan dengan pendapatan rendah cenderung mengalami peningkatan depresi. Tetapi perempuan dengan pendapatan tinggi, gejala depresi mungkin akan berkurang selama menjalani pengobatan.

Survivor kanker payudara usia muda juga cenderung mengalami depresi selama pengobatan ketimbang pasien yang lebih tua. Tetapi tingkat depresi akan sama setelah perempuan yang lebih tua selesai menjalani pengobatan.

Bettencourt mengatakan, mengidentifikasi faktor-faktor risiko depresi pada survivor kanker payudara merupakan bagian penting dari prognosis (prediksi kemungkinan sembuh) wanita. Dalam sebuah studi terpisah, ia juga menghubungkan kaitan antara depresi dengan niat pasien untuk mematuhi rencana pengobatan.

Hasil penelitian menunjukkan, pasien kanker payudara yang tertekan (depresi), cenderung kurang mematuhi pengobatan. "Depresi dapat mengganggu kesediaan pasien untuk patuh pada rejimen pengobatan.  Penyimpangan program pengobatan pada akhirnya akan mempersulit upaya penyembuhan pasien," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.