Golongan Darah AB dan B Rentan Stroke

Kompas.com - 17/11/2011, 10:35 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Golongan darah seseorang ternyata ikut berpengaruh pada risiko terkena stroke. Orang-orang yang bergolongan darah AB dan wanita bergolongan darah B lebih rentan terkena stroke dibandingkan dengan orang berdarah O.

Walau tidak bisa dibuktikan hubungan langsung, namun menurut penelitian golongan darah A, B, dan AB lebih rentan mengalami penyumbatan darah di bagian kaki. Sedangkan tipe darah O lebih mudah mengalami perdarahan sehingga tidak mudah menderita penyumbatan darah, penyebab utama stroke.

"Ada bukti-bukti bahwa golongan darah berpengaruh pada penyakit kronik. Memang belum dibuktikan dengan jelas tetapi ini menambah faktor lain yang perlu diwaspadai sehingga kita wajib menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap normal," kata Dr.JoAnn Manson, dari Harvard's Brigham and Women's Hospital.

Penelitian mengenai kaitan golongan darah dan risiko stroke ini dilakukan oleh Dr.Lu Qi dan hasilnya dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association. Penelitian tersebut melibatkan 90.000 pria dan wanita dalam dua observasi kesehatan yang berlangsung lebih dari 20 tahun.

Selama kurun waktu penelitian terjadi 2.901 kasus stroke. Setelah mempertimbangkan faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi, para peneliti menemukan pria dan wanita bergolongan darah AB memiliki risiko stroke 26 persen lebih tinggi dibanding orang bertipe darah O. Sementara itu wanita dengan golongan darah B risikonya 15 persen lebih tinggi dibanding orang bergolongan darah O.

Perbedaan tipe golongan darah tergantung pada protein di permukaan sel darah merah. Pola respon sistem imun tubuh sejak dimulainya kehidupan di kandungan bergantung pada protein tersebut.

Menurut Manson ada beberapa golongan darah yang sel darah merahnya lebih mudah bergumpal dan menempel di pembuluh darah sehingga mempercepat proses penyumbatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati begitu risiko tersebut bisa dikurangi. "Pada dasarnya belum diketahui apakah risiko penyumbatan itu dipengaruhi oleh golongan darah atau faktor gen," kata Dr.Larry Goldstein, direktur pusat stroke dari Duke University.

Faktor risiko golongan darah memang tidak bisa kita ubah, tetapi menurut Goldstein ada banyak faktor risiko lain yang bisa diubah untuk menghindari risiko stroke. Misalnya saja berhenti merokok, berolahraga lebih sering, atau mengurangi konsumsi lemak jahat.

Golongan darah O sendiri termasuk golongan darah yang paling banyak dimiliki. Sekitar 45 persen orang Kaukasia, 51 persen orang kulit hitam, 57 persen orang Hispanik, dan 40 persen orang Asia memiliki golongan darah ini. Karena itu golongan darah O disebut sebagai donor universal karena darah mereka bisa ditransfusi ke orang bergolongan darah lain.

Golongan darah AB paling jarang, hanya dimiliki oleh sekitar 4 persen orang Kaukasia dan kulit hitam, 2 persen oleh orang Hispanik, dan 7 persen orang Asia. Selanjutnya golongan darah B dimiliki oleh 11 persen orang Kaukasia, 19 persen orang kulit hitam, 10 persen Hispanik, dan 25 persen orang Asia.

Terakhir, golongan darah A dimiliki 40 persen orang Kaukasia, 26 persen pada orang kulit hitam, 31 persen orang hispanik, dan 28 persen orang Asia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.