Bercinta Bisa Picu Serangan Jantung?

Kompas.com - 21/11/2011, 15:33 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Meski berhubungan seksual adalah kegiatan yang normal dalam kehidupan manusia, tetapi para penderita penyakit jantung kerap khawatir bila aktivitas yang satu ini bisa memicu serangan jantung.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association para peneliti dari Tufts Medical Center di Boston, menyimpulkan bahwa olahraga dan hubungan seks bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak, meski risikonya kecil.

Peneliti mengumpulkan data-data dari beberapa penelitian yang membandingkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak dari partisipan yang sedang melakukan aktivitas fisik dan hubungan seks, dengan yang tidak melakukan kedua kegiatan itu.

Hasilnya diketahui episode aktivitas fisik meningkatkan risiko serangan jantung 3,5 kali dan risiko kematian mendadak sampai 5 kali. Sedangkan hubungan intim akan meningkatkan risiko serangan jantung 2,7 kali. Tapi tidak ada data mengenai kaitan hubungan seks dan kematian mendadak.

Kendati risikonya disebut 2,7 kali, tetapi sebenarnya risiko serangan jantung dan kematian mendadak saat sedang berhubungan seks sangat kecil, terutama jika kegiatan intim itu dilakukan dengan pasangan yang terikat.

Menurut penelitian lain, untuk pria berusia 50 tahun, risiko terkena serangan jantung saat bercinta juga kecil, hanya dua dari sejuta. Kendati begitu jika dibandingkan dengan pria yang sehat, pria penderita penyakit jantung memiliki risiko 10 kali lebih tinggi untuk terkena serangan jantung saat sedang bercinta.

Lantas, haruskah penderita penyakit jantung menghindari hubungan seks? Menurut Dr.Michael Lim dari Heart, Stroke & Cancer Center, tahan gairah seks Anda jika mengalami napas pendek-pendek atau rasa nyeri di bagian dada.

"Jika gejala-gejala itu muncul saat sedang berhubungan seks, berhentilah," katanya.

Ia mengatakan pria yang bisa berolahraga sampai detak jantung (heart rate) mencapai 130 permenit tanpa gejala gangguan jantung berarti cukup aman untuk berhubungan seks, bahkan tanpa obat.

"Jika Anda bisa menaiki tiga lantai dengan tangga bisa diasumsikan jantung Anda bisa menahan beban ketika bercinta," katanya.

Penderita penyakit jantung juga harus menghindari pemakaian sildenafil (Viagra), obat yang diminum untuk mengatasi disfungsi ereksi, kecuali dokter telah menyetujui pemakaiannya.

Pemakaian Viagra, disamping nitrat, misalnya nitrogliserin atau isosorbid bisa meningkatkan terjadinya gangguan kardiovaskular yang serius dan menurunnya tekanan darah secara drastis.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.