Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

99 Persen Pasien Hepatitis A Sembuh Sempurna

Kompas.com - 25/11/2011, 08:13 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada beberapa jenis penyakit  hepatitis yang dikenal selama ini mulai dari hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Namun dari berbagai macam jenis tersebut, hepatitis A termasuk yang paling ringan ketimbang hepatitis B dan C (menyebabkan sirosis dan kanker hati). Bahkan, sebagian besar pasien hepatitis A akan sembuh dengan sendirinya tanpa ada komplikasi lebih lanjut.

"Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa penyakit ini tidak berat, tetapi umumnya 99 persen pasien akan sembuh sempurna. Mungkin hanya 0,5 persen yang menjadi hepatitis berat (dalam istilah kedokteran disebut fulminan). Pada kondisi tersebut, pasien bisa meninggal kalau tidak segera dilakukan transplantasi," kata Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dr Rino A Gani, SpPD,K-GEH, FINASIM dalam acara temu media di Sekretariat PB PAPDI Jakarta, Kamis (24/11/2011).

Menurut Rino, gejala klinis infeksi virus hepatitis A sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga gangguan fungsi hati, namun umumnya tidak berat. Kebanyakan 80 persen pasien yang terinfeksi hepatitis tidak mengalami suatu gejala, sehingga pasien tidak sadar kalau dirinya sudah terinfeksi virus. Hanya sekitar 20 persen saja yang menunjukkan gejala.

Ia menambahkan, setelah melewati masa inkubasi selama 15-49 hari, barulah pasien dapat merasakan gejala seperti misalnya, lemas, mual, muntah, demam, dan kadang diare.

"Hepatitis A termasuk jenis yang akut (berlangsung kurang dari 6 bulan). Sedangkan hepatitis B dan C biasanya hepatitis kronik (lebih dari 6 bulan)," katanya.

Untuk pengobatan infeksi virus hepatitis A dapat dilakukan secara suportif. Karena menurut Rino, tidak ada obat untuk membunuh virus tersebut secara langsung dan memang tidak diperlukan obat-obatan. Pasalnya, virus tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam darah.

"Pengobatan suportif yang dimaksud misalnya, kalau pasien muntah harus diberikan obat untuk mengurangi muntahnya. Atau jika pasien kekurangan cairan, dapat diberikan cairan infus untuk mengatasi kekurangan cairan tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan hanya sebagian kecil pasien yang memerlukan rawat inap, yaitu apabila tidak dapat makan dan minum serta terjadi dehidrasi berat. Yang diperlukan pasien adalah cukup istirahat dan makan tinggi kalori, dan protein sesuai keinginan pasien untuk memulihkan kesehatan livernya (hati).

"Meski kasus hepatitis A jarang menimbulkan kematian, akan tetapi penderitanya akan mengalami penurunan produktivitas," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+